BERBAGI
Marco Kartodikromo
Marco Kartodikromo/ist.

serat.id – Marco kartodikromo jarang menulis sebuah buku yang utuh. Dari tulisanya yang menghasilkan buku dapat di lihat dari Student Hidjo, diterbitkan pertama kali oleh N.V Boekhandel en Drukken, Masman dan Stronik, Semarang pada tahun 1919.

Kemudian diterbitkan kembali oleh Yayasan Aksara Indonesia pada tahun 2000, itu pun hasil dari cerita bersambung yang diterbitkan secara berkala di koran Sinar Djawa yang kemudian mengalami perubahan nama Sinar Hindia.

Selain Student Hidjo, juga  buku Hubungan Orang Buangan di Boven Digul yang diterbitkan Yayasan Aksara Indonesia tahun 2002 dan dicetak oleh Kepustakaan Populer Gramedia pada tahun yang sama.

Selebihnya adalah kumpulan tulisan dan artikel yang tersebar di media mssa. Sebagian besar karyanya di tulis dalam situasi yang mencerminkan kekecewan dan kegalauan seorang yang tertindas.

Sampai dengan penahanannya pada tahun 1920, selain menulis dalam terbitan media massa ia juga menulis artikel pribadi untuk bahan agitasi dalam vergadering-vergadering atau mimbar bebas bersama kaum pergerakan saat itu.

Selama hidupnya ia menulis kurang dari dua puluh tulisan yang dapat dinikmati publik. Hal ini karena kondisi Mas Marco yang sering keluar masuk penjara membuat ia tidak bebas berkarya.

Penulis: EDI FAISOL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here