BERBAGI
Anak-anak berkumpul merayakan ulang tahun pertama Rumah Harapan Indonesia (RHI) Cabang Semarang, Minggu (29/4/2018). (Foto serat.id)

serat.id- Rumah sakit besar di Semarang menjadi rujukan bagi orang-orang dari pelbagai daerah untuk berobat. Waktupengobatan yang lama ditambah daftar antrean yang panjang membuat pasien harus menginap.

Persoalan itu coba dijawab oleh Rumah Harapan Indonesia (RHI) dengan membuat rumah singgah khusus pasien anak-anak di Kota Semarang. RHI memiliki sejumlah cabang seperti di Jakarta, Bali, Aceh, Makasar, Bandung dan Kota Semarang.

Rumah singgah itu memudahkan akses bagi pasien di luar Kota Semarang untuk berobat. Mereka tak perlu lagi terlunta-lunta di koridor rumah sakit menunggu antrean diperiksa dan berobat.

Pada Minggu (29/4/2018), RHI Cabang Semarang genap berusia 1 tahun. Selama itu, rumah yang ada di Jalan Puspanjolo Tengah, Cabean, Semarang Barat, Kota Semarang ini telah disinggahi 20 anak dari berbagai kota.

Demikian disampaikan pengelola RHI Semarang, Valencia Mikarenda, kepada serat.id. Terdapat tujuh relawan yang membantu anak-anak yang singgah dan mengelola rumah singgah itu.

Menurut dia, anak-anak yang singgah sedang berjuang melawan penyakit ganas seperti kanker darah (leukimia). Hal itu memerlukan waktu lama dalam penyembuhan. Selama menunggu proses itu, anak dan keluarganya menginap di rumah singgah tanpa ada pungutan apapun.

“Silakan menggunakan rumah singgah. Ini dikhususkan kepada pasien yang di luar Kota Semarang yang sedang menjalani pengobatan.”

Dikutip dari laman rumah-harapan.com, situs resmi Rumah Harapan Indonesia, salah satu pasien yang menginap di RHI Semarang adalah Edo (14) asal Tegal yang berobat di rumah sakit besar di Semarang.

Ia mengidap tumor otak. Dari rumah sakit di Tegal lalu dirujuk ke Semarang lalu dan dirujuk lagi ke Jakarta. Selama menjalani proses pengobatan di Semarang dan Jakarta, Edo menginap di rumah singgah yang dilelola RHI. (NIN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here