BERBAGI
Ilustrasi telur ayam. (Pixabay.com)

serat.id- Kementerian Perdagangan memastikan stok bahan pangan saat Ramadan telah tersedia di seluruh Indonesia, sehingga selama bulan Ramadan hingga lebaran 2018 tidak akan terjadi kenaikan harga.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita bahkan mengatakan, beberapa bahan pokok mengalami penurunan harga, seperti bawang putih, bawang merah, beras, dan gula. Namun kata dia, jelang Ramadan justru terjadi kenaikan harga pada daging ayam dan telur ayam.

Enggar menganggap, kenaikan daging ayam dan telur ayam itu terjadi setelah pemerintah menahan integrator supaya tidak masuk ke pasar tradisional, setelah pihaknya mendapat masukan dari peternak di beberapa wilayah seperti Blitar dan Boyolali. Para peternak kecil itu kata Enggar takut, jika integrator masuk pasar akan mengintervensi harga di pasaran.

“Tapi melihat perkembangan sekarang, saya bilang turunkan harga. Ini stok. Kalau tidak segera, kami akan minta mulai dari Charoen Phokphand, Japfa, segera masuki pasar dalam jumlah signifikan. Operasi pasar akan disiapkan. Mereka wajib jual itu,” kata Enggar usai Dialog Indonesia Maju ke 12, di Semarang, Rabu (16/05/2018).

Enggar berjanji kepada para peternak kecil, masuknya integrator ke pasar tradisional tak akan mengganggu harga pasar, sebab Kemeterian Perdagangan telah membuat batas atas dan batas bawah untuk harga daging ayam dan telur ayam di pasaran.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto pun membenarkan, jika terjadi kenaikan harga daging ayam dan telur ayam di Kota Semarang. Daging ayam di Kota Semarang jelang Ramadhan terjadi kenaikan sekitar Rp 3.000 per kilogram, sedangkan telur ayam mengalami kenaikan hingga Rp 6.000.

“Harga ada kenaikan Rp 3.000, dari yang Rp 30.000 jadi Rp 34.000 sampai Rp 35.000 karena masing-masing pasar berbeda. Ada yang Rp 35.000 sampai Rp 37.000 tergantung mereka. Tapi kalau di kalkulasi, rata-rata kenaikan sekitar Rp 3.000,” kata Fajar saat ditemui di Pasar Karangayu, Rabu (16 / 05 / 2018).

Daging Sapi Impor Digelontor

Selain melakukan pengaturan pada daging ayam, Kementerian Perdagangan juga mengatakan telah menyerahkan kebijakan pasokan daging sapi kepada pemerintah daerah. Meski begitu, pihaknya mengatakan telah menyiapkan pasokan daging sapi untuk lebaran.

“Terkait daging sapi, kita punya stok 50.000 ton daging sapi eks impor dari India dengan harga Rp 80.000 per kilogram. Kalau kurang, kita siap impor 50.000 ton daging sapi dari India kalau ada daerah yang membutuhkan,” kata Enggar di Pasar Karangayu Semarang, Rabu (16/05/2018).

Saat ini, Badan Urusan Logistik (Bulog) menyimpan 1,2 juta ton stok beras untuk persediaan selama bulan Ramadan hingga lebaran. Jumlah itu kata Enggar masih akan terus bertambah, sebab pemerintah berencana mengimpor beras kembali serta membeli beras lokal dengan total 1,2 juta ton beras.

Selama masa Ramadan, Kementerian Perdagangan berencana menerjunkan 200 staf untuk memantau harga pasar di seluruh Indonesia. Di Kota Semarang, pantauan khusus terkait harga bahan pangan akan dilakukan di Pasar Karangayu, Pasar Bulu, Pasar Johar, Pasar Peterongan dan Pasar Pedurungan, sebab pasar-pasar tersebut merupakan pasar grosir di Kota Semarang. (TIK/ALI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here