BERBAGI
Ilustrasi kokpit pilot. (Pixabay.com)

Serat.id – Menejemen Lion Air Group  melaporkan sembilan pilot dan seorang karyawannya ke kepolisian dengan dugaan memalsukan dokumen perusahaan. Para pilot dan karyawan itu diduga telah bekerja sama melakukan perbuatan melawan hukum pidana sesuai pasal 263 Kitab Undang Undang Hukum Pidana berupa pemalsuan surat-surat dokumen.

“Adanya dugaan perbuatan oknum atas pemalsuan kop surat, tanda tangan dan stempel perusahaan yang diwujudkan menjadi sebuah dokumen personalia yaitu surat lolos butuh atau referensi kerja,” kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, dalam siaran persnya kepada serat.id, Selasa 22 Mei 2018.

Menurut Danang, sembilan pilot dan satu karyawan tidak menyelesaikan kewajiban kepada Lion Air Group, sebagaimana diatur dalam perjanjian kerja Lion Air Group. Namun, mereka telah menggunakan dokumen kepegawaian yang seolah-olah asli untuk dapat bekerja di perusahaan penerbangan lain.

“Kami menegaskan, bahwa setiap awak pesawat apabila mengundurkan diri sebelum ikatan dinas selesai, wajib menyelesaikan ketentuan yang telah disepakati, salah satunya biaya pelatihan atau training,” kata Danang  menambahkan.

Ia menjelaskan, jika kewajiban itu tidak diselesaikan, maka dapat merugikan perusahaan. Saat ini Lion Air Group terus melaksanakan pengecekan kepada setiap awak pesawat atau karyawan  karyawati yang telah mengundurkan diri namun tetapi belum menyelesaikan kewajibannya dan sudah bekerja di perusahaan lain.

“Lion Air Group telah bekerjasama dengan pihak berwajib untuk melakukan penyelidikan terhadap penggunaan dokumen yang di dalamnya mengandung sistem ketidakbenaran atas suatu hal,” katanya. (EDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here