BERBAGI
Halaman muka Radar Bogor Jawa Pos edisi Rabu 30 Mei 2018 memuat berita memuat soal Megawati. (Foto Instagram @radar_bogor)

serat.id- Intimidasi dan kekerasan insan pers oleh kader PDIP Kota Bogor menimpa awak redaksi dan staf koran Radar Bogor Jawa Pos yang terjadi pada Rabu (30/5/2018).

Peristiwa bermula dari ketidakterimaan kader PDIP atas berita di halaman muka Radar Bogor yang berjudul Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta pada Rabu (30/5/2018). Judul itu mengarah kepada Ketua Badan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Umum PDIP.

Sore hari, kader PDIP yang tidak terima adanya pemberitaan itu, memilih jalan kekerasan. Mereka datang dari segala penjuru Kota Bogor dengan mengendarai sepeda motor.

Puluhan kader PDIP itu datang langsung marah-marah, membentak dan memaki karyawan, bahkan mengejar staf yang sedang bertugas. Massa juga merusak sejumlah properti kantor.

Saat keributan pecah, rapat redaksi sedang digelar. Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja dan GM Produksi Radar Bogor, Aswan Ahmad datang ke lokasi keributan dengan maksud mendinginkan situasi. Namun tak dapat meredam suasana dan ujaran kebencian, makian dan bentakan terus terdengar.

Pertemuan di bagian depan kantor itu, sempat diwarnai saling dorong-mendorong. Salah satu staf Radar Bogor juga mengalami kekerasan fisik, dipukul oleh salah satu kader PDIP.

“Saya juga didorong-dorong, mereka merusak properti kami, meja rapat hancur, kursi kami dibanting-banting,” kata Pemred Radar Bogor, Tegar Bagja.

Pihak Radar Bogor kemudian mengajak perwakilan massa PDIP bermusyawarah di ruang rapat redaksi. Delapan orang perwakilan PDIP berdiskusi dengan pihak Radar Bogor. Mediasi sempat berlangsung alot. Pihak PDIP kembali menggebrak meja dan memaki-maki. Meski demikian mediasi tetap terus dilanjutkan. Pihak Polresta Bogor juga ikut menemani dalam pertemuan tersebut.

Halaman muka Radar Bogor Jawa Pos edisi Kamis 31 Mei 2018 memuat berita klarifikasi soal Megawati. (Foto Instagram @radar_bogor)

Klarifikasi Dimuat

Kader PDIP mengutarakan keberatan dengan pemberitaan Radar Bogor yang terbit pada Rabu (30/5/2018)  itu. Halaman pertama koran itu berjudul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 juta”. Di atas judul terpampang foto tujuh pejabat negara, di antaranya Presiden Joko Widodo, Megawati Soekarnoputri, dan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

Di dalam headline tertulis “Gaji Para Petinggi Negeri (per bulan)”, salah satunya Megawati yang mendapat Rp112.548.000 dari jabatannya di BPIP. Jumlah terbesar di antara enam pejabat lainnya.

Kader dan simpatisan PDIP keberatan dengan penggunaan kata gaji dalam berita tersebut. Mereka menilai Rp112 juta bukan gaji, tapi penghasilan. Selain itu, kader PDIP  meminta redaksi Radar Bogor memberitakan bahwa Megawati belum dan tidak mau mengambil penghasilan tersebut. Hal itu untuk menegaskan bahwa fasilitas yang diberikan negara tak lantas membuat Megawati tampak serakah.

Menanggapi hal itu, pihak Radar Bogor siap mengoreksi berita sebagai ruang klarifikasi. Janji Tegar ditepati. Ia memuat berita utama pada edisi Kamis (31/5/2018)  berjudul “Megawati Tidak Ambil Gaji BPIP”.

Berita pengrusakan kantor dan intimidasi kepada Radar Bogor juga dimuat di halaman yang sama dengan menampilkan foto yang menggambarkan kader mencak-mencak di kantor redaksi dengan berdiri di atas meja dan kader lain tampak mengacugkan jari telunjuk.

Terkait peristiwa itu, Tegar menegaskan, pihaknya tak ada tendensi menyudutkan salah satu pihak dalam pemberitaan. Namun, jika ada ketidaktepatan dalam penggunaan kata dalam berita, ada prosedur untuk mengklarifikasinya.

Terkait benar atau salah dari berita tersebut, pengujiannya ada di Dewan Pers yang diatur sesuai UU 40/1999 Tentang Pers. (ALI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here