BERBAGI
Salinan surat penghentian layanan air minum Aqua di SMAN 2 Salatiga. Penghentian layanan terkait protes wali murid. (Istimewa/serat.id)

serat.id- Layanan air minum Aqua di SMAN 2 Salatiga akhirnya dibatalkan setelah ada protes dari wali murid. Air minum dalam bentuk galon itu diinisiasi oleh ketua komite dan kepala SMAN 2 Salatiga.

Layanan itu dihentikan melalui surat nomor 442.1/520 tanggal 31 Mei 2018 yang ditandatangani Kepala SMAN2 Salatiga, Wahyu Tri Astuti. Salinan surat itu diperoleh serat.id pada Jumat (1/6/2018).

Dasar penghentian langganan Aqua itu berasal dari rapat klarifikasi ketua komite, wakil kepala sekolah, guru dan bendahara yang berlangsung di sekolah pada Kamis (31/5/2018).

Penghentian layanan juga dibarengi dengan pengembalian uang. Di dalam surat berbunyi dana layanan air minum yang sudah dibayarkan akan diperhitungkan pada pembayaran uang sekolah tunggal (UST) untuk kelas X dan XI pada bulan Juli 2018. Sedangkan, untuk kelas XII uang akan dikembalikan saat pengambilan ijazah.

Kepala SMAN 2 Salatiga, Wahyu Tri Astuti, tak menjawab saat dikonfirmasi terkait penghentian layanan. Demikian juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Gatot Bambang Hastowo juga tak menjawab hasil tindaklanjut dari timnya yang diturunkan ke sekolah itu pada Rabu (30/5/2018).

Pada berita sebelumnya berjudul Menguak Skandal Iuran Aqua Galon SMAN 2 Salatiga yang terbit di media ini pada Rabu (30/5/2018), Kepala SMAN 2 Salatiga berjanji menyelesaikan persoalan layanan air minum, karena ada protes dari wali murid.

“Masalah Aqua sudah kami koordinasikan kepada pihak terkait dan dalam proses penyelesaian,” kata dia singkat melalui aplikasi pesan Whatsapp, pada Rabu (30/5/2018).

Di waktu yang sama, pada saat Wahyu berjanji menyelesaikan persoalan, tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah berada di sekolah untuk menjalankan pemeriksaan.

Penghentian layanan air minum itu disambut baik oleh wali murid. Koordinator Forum Orang Tua/Wali Murid SMAN 2 Negeri Salatiga, Agus Sugiarto, menyambut baik pengentian layanan air minum. Sejak diberlakukan pada bulan Januari 2018, pihaknya tak sepakat. Kebijakan itu, menurut dia, hanya dibicarakan satu kali pada Desember 2017 oleh Ketua Komite SMAN 2 Salatiga.

“Kebijakan itu janggal dan syarat kepentingan. Kabarnya, sekolah dapat imbaan satu unit mobil Toyota Hiace, karena sudah memasarakan Aqua dalam jumlah besar. Makanya kami dari wali murid sejak awal sudah menolak,” kata dia kepada serat.id, Jumat (1/6/2018).

Dana layanan air minum Aqua galon berasal dari murid per bulan Rp 25.000. Dalam perhitungan kasar, kebutuhan per kelas 12 galon sebulan. Saat ini, harga satuan Aqua galon isi 19 liter di minimarket Rp 18.000. Jadi untuk 12 galon biayanya sebesar Rp 216.000.

Terdapat sisa dana iuran sebesar Rp 534.000 setelah dibelikan 12 galon dari iuran 30 siswa sekelas per bulan sejumlah Rp 750.000. Sedangkan saat ini, jumlah siswa di SMAN 2 Salatiga sebanyak 938 anak dengan 33 rombongan belajar. Total biaya layanan air minum untuk seluruh siswa sebesar Rp 23.450.000.

Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Sabarudin Hulu mengapresiasi langkah tersebut. Setiap kebijakan publik, kata dia, tak bisa diputuskan sendiri oleh lembaga, sehingga harus ada keterlibatan wali murid. “Saya ikut memantau persoalan ini sejak mencuat,” kata dia. (ALI).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here