BERBAGI
Ilustrasi kotak suara. (Pixabay.com)

Serat.id- Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Semarang mengidentifikasi adanya 563 tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Semarang yang masuk kategori rawan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah yang hari pencoblosannya pada Rabu, 27 Juni 2018.

Jumlah itu merupakan seperempat dari total TPS di Kota Semarang sebanyak 2.810 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar pada 177 Kelurahan dengan 16 Kecamatan.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Semarang, Nining Susanti mengatakan, indikator kerawan tersebut  terbagi menjadi 15  kelompok yakni pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam DPT, terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi tedaftar dalam DPT, adanya pemilih disabilitas dan terdapat jumlah pemilih DPTb (tambahan) di atas 20 Pemilih di dalam 1 TPS.

Kemudian terdapat TPS di tempat khusus (seperti RS, daerah eksodus, pegunungan, lautan, bencana, hutan, perbatasan, daerah yang tidak terjangkau, hunian vertikal (rumah susun) , konflik wilayah administrasi), terdapat aktor politik uang dan terdapat praktek pemberian uang atau barang pada masa kampanye.

Lalu, terdapat relawan bayaran pasangan calon, petugas KPPS mendukung pasangan calon tertentu, C6 tidak didistribusikan kepada pemilih, TPS berada didekat posko atau rumah tim sukses pasangan calon, ketua dan seluruh anggota KPPS tidak mengikuti bimbingan teknis, ketersediaan logistik belum ada dan terdapat praktik mempengaruhi pemilih untuk memilih atau untuk tidak memilih calon tertentu berdasarkan RAS (ras, agama, dan suku) serta golongan serta terdapat praktik menghina atau menghasut di antara pemilih terkait isu RAS dan golongan.

Merata di Kota Semarang

Potensi tersebut hampir merata di semua kecamatan di Kota Semarang. Nining merinci untuk kerawanan terdapat pemilih yang memenuhi syarat tapi tidak terdaftar dalam DPT, Panwas menemukan pada 30 TPS yang meliputi Kecamatan Candisari (5 TPS), Genuk 6 TPS, Gunungpati 4 TPS,  Mijen 3 TPS, Semarang Barat 2 TPS, Semarang Tengah 1 TPS, Semarang Timur 2 TPS, Semarang Utara 4 TPS dan Tembalang 3 TPS.

Sedangkan kerawanan terdapat pemilih yang tidak memenuhi syarat tapi tedaftar dalam DPT, ada 130 TPS yang berada di di Kecamatan Candisari 46 TPS, Gajahmungkur 1 TPS, Genuk 7 TPS, Mijen 31 TPS, Semarang Barat 1 TPS, Semarang Tengah 2 TPS, Semarang Timur 33 TPS, Tembalang 3 TPS dan Tugu 6 TPS.

Terkait kerawanan TPS yang ada pemilih disabilitas, berada di Kecamatan Candisari 32 TPS, Gajahmungkur 2 TPS, Gayamsari 9 TPS, Genuk 72 TPS, Gunungpati 25 TPS, Mijen 5 TPS, Ngaliyan 3 TPS, Pedurungan 2 TPS, Semarang Barat 11 TPS, Semarang Timur 40 TPS, Semarang Utara 19 TPS, Tembalang 34 TPS, serta Tugu 9 TPS.

Selain itu, Panwas juga menemukan indikator kerawanan terdapat jumlah pemilih DPTb (tambahan) di atas 20 Pemilih di dalam 1 TPS, ada 8 TPS yakni di Kecamatan Banyumanik 1 TPS, Genuk 3 TPS, Semarang Utara 1 TPS, dan Tugu 3 TPS.

Adapun untuk kerawanan TPS di tempat khusus, ada di Kecamatan Banyumanik 2 TPS, Candisari 2 TPS, Gayamsari 3 TPS, Genuk 3 TPS, Ngaliyan 5 TPS, Semarang Barat 6 TPS, Semarang Selatan 1 TPS, Semarang Tengah 1 TPS, Semarang Timur 9 TPS, Semarang Utara 5 TPS, Tembalang 3 TPS.

Rawan Politik Uang

Sedangkan TPS rawan karena terdapat aktor politik uang ada 7 TPS di Kecamatan Semarang Timur.

Berikutnya, TPS rawan karena ada praktik pemberian uang atau barang pada masa kampanye, hanya ada 1 TPS di Kecamatan Gajahmungkur.

Untuk TPS rawan karena terdapat relawan bayaran pasangan calon, ada di Kecamatan Genuk 11 TPS, Kecamatan Semarang Tengah 16 TPS, Kecamatan Semarang Timur 3 TPS, dan KecamatanTembalang 1 TPS.

“Sedangkan petugas KPPS mendukung pasangan calon tertentu, Panwas belum ada temuan di 16 kecamatan se-Kota Semarang,” kata dia, Senin, 25 Juni 2018.

Pada sisi lain, Panwas tidak menemukan  TPS indikator rawan C6 belum  didistribusikan kepada pemilih hingga H-2 semua C6 sudah terdistribusi. Sedangkan TPS rawan karena indikator TPS berada di dekat posko atau rumah tim sukses pasangan calon, meliputi di Kecamatan Banyumanik 3 TPS, Kecamatan Gayamsari 2 TPS, Kecamatan Mijen 5 TPS, Kecamatan Pedurungan 3 TPS, Kecamatan Semarang Tengah 9 TPS, Kecamatan Semarang Timur 1 TPS, Kecamatan Semarang Utara 6 TPS, Kecamatan Tembalang 11 TPS, dan Kecamatan Tugu 1 TPS.

Tak hanya itu, Panwas juga menemukan TPS rawan dengan indikator ketua dan seluruh anggota KPPS tidak mengikuti bimbingan teknis, ditemukan di wilayah Kecamatan Pedurungan 4 TPS, Kecamatan Semarang Tengah 2, dan Kecamatan Tembalang 1 TPS.

Sementara itu, Panwas tidak menemukan TPS rawan indikator ketersediaan Logistik belum ada di 16 kecamatan se-Kota Semarang. Hanya saja, Panwas mengidentifikasi ada TPS rawan indikator terdapat praktik mempengaruhi pemilih untuk memilih atau untuk tidak memilih calon tertentu berdasarkan RAS  dan golongan di wilayah Kecamatan Gajahmungkur 1 TPS dan Kecamatan Tugu 1 TPS.

“Panwas juga menemukan TPS rawan indikator terdapat praktik menghina atau menghasut di antara pemilih terkait isu RAS dan golongan di sekitar wilayah Kecamatan Gajahmungkur 1 TPS dan Kecamatan Tugu 2 TPS,” jelas Nining.

Dia menambahkan bahwa hasil identifikasi TPS rawan selain dipublikasikan di media juga akan disampaikan ke pemangku kebijakan terutama KPU Kota Semarang sebagai bentuk saran perbaikan agar dapat diminimalisir potensi pelanggarannya di TPS yang teridentifikasi rawan. (ALI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here