BERBAGI
Ilustrasi Kekeringan (pixabay.com)

Serat.id– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengucurkan dana sebesar Rp 40 Miliar untuk mengatasi bencana kekeringan. Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (3/7/2018).

“Dari dana Rp 40 Miliar tersebut sudah terserap sebanyak 30 persen atau sekitar Rp 12 Miliar, sedangkan dana yang sudah siap ada sekitar Rp 600 Juta,” kata Ganjar di Semarang.

Jawa Tengah telah memasuki musim kemarau sejak Juni lalu. Beberapa titik rawan potensi bencana kekeringan akibat kemarau pun menjadi perhatian. Ganjar mengimbau kepada tiap kepala daerah untuk mengatur pengunaan dana yang sudah ada untuk wilayah yang tidak terjangkau.

“Daerah rawan kekeringan ada di wilayah Wonogiri, Rembang, Klaten dan Purwodadi. Di mana daerah tersebut berada di bawah pengawasan pemerintah dan BPBD,” kata Ganjar.

Selain kucuran dana itu, Pemprov juga menyediakan 2.000 tangki air bersih untuk dikirim ke daerah rawan bencana kekeringan.

“Untuk wilayah Jateng, data yang diperoleh dari BPBD, terdapat 18 daerah yang berada di kabupaten mengalami kekeringan di pertengahan 2018 tahun ini,” katanya. (NIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here