BERBAGI
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono saat diwawancarai wartawan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono saat diwawancarai wartawan. (kontributor serat.id)

Serat.id– Tingginya konsumsi masyarakat dan biaya transportasi memengaruhi inflasi di Jawa Tengah. Tercatat daging ayam dan kebutuhan masyarakat melakukan mobilitas mudik pada lebaran 2018 mendongkrak inflasi di Jateng hingga 0,70 persen.

“Juni 2018 di Jawa Tengah terjadi inflasi sebesar 0,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,85,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono, Senin, 2 Juli 2018.

Margo menjelaskan kelompok bahan makanan paling menonjol memengaruhi inflasi hingga 1,56 persen, diikuti kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,54 persen. Sedangkan kelompok sandang sebesar 0,66 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,39 persen.

“Disusul kelompok kesehatan sebesar 0,26 persen, pendidikan,rekreasi dan olahraga sebesar 0,23 persen dan inflasi terendah terjadi pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,02 persen,” kata Margo menjelaskan.

Ia menjelaskan inflasi terjadi enam kota di Jawa Tengah berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH). Tertinggi terjadi di dua kota SBH yaitu Kota Purwokerto dan Kota Tegal, masing-masing sebesar 0,97 persen dengan IHK masing-masing sebesar 130,53 dan 130,17. Sementara empat kota SBH yang Iain yaitu Kota Surakarta mengalami inflasi sebesar 0,85 persen dengan IHK 128,86.

Selain Kota Surakarta, Margo menyebutkan inflasi Cilacap sebesar 0,76 persen dengan IHK 136,35, Kota Semarang sebesar 0,64 persen dengan IHK 131,45 dan inflasi terendah terjadi di Kota Kudus sebesar 0,32 persen dengan IHK 139,55.

Menurut Margo momentum lebaran menjadikan inflasi merata di semua kota dan kabupaten yang berada di Jateng.

“Sedangkan pada bulan Mei sebelumnya Jateng mengalami deflasi,” katanya. (NIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here