BERBAGI

Serat.id– PATTIRO Semarang menilai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri di Jawa Tengah tidak adil. Hal itu karena ada temuan ratusan calon siswa masuk SMA secara otomatis tanpa mempertimbangkan zonasi dan nilai.

Ketua Posko Layanan Pengaduan PPDB Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah, M Syofii menyebutkan sebanyak 446 calon siswa SMA di Jawa Tengah masuk secara otomatis. Mereka merupakan anak guru yang mendapatkan perhatian khusus mengacu Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Tengah No. 64/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Sekolah Menengah Atas Negeri.

Menurut Syofii, diterimanya anak guru secara otomatis akan mengurangi kursi untuk calon siswa dengan zona lebih dekat dan calon siswa dari keluarga miskin.

Hal itu bertentangan dengan prinsip keadilan berpendidikan dan tidak sesuai dengan tujuan PPDB. “PATTIRO mendesak pemerintah untuk mengutamakan siswa miskin dan yang memiliki zonasi terdekat sebagai pertimbangan utama daripada anak guru,” kata Syofii, Rabu 3 Juli 2018.

Syofii mengatakan, anak guru mendapatkan pertimbangan khusus untuk masuk sekolah dimana orangtuanya sebagai guru di satuan pendidikan tersebut. Hal itu tercantum dalam pasal 13 ayat (1) huruf c Pergub Jawa Tengah No. 64/2018.

“Aturan tersebut bertentangan dengan tujuan PPDB untuk menjamin penerimaan peserta didik baru berjalan secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan dalam rangka mendorong peningkatan akses layanan pendidikan, dalam Permendikbud No. 14 tahun 2018 tentang PPDB,” kata Syofii.

Syofi menjelaskan, 446 calon siswa tersebut tersebar di 35 Kabupaten Kota dengan proporsi 302 untuk jurusan IPA dan 144 untuk jurusan IPS serta bahasa berdasarkan data pada Selasa, 3 Juli 2018.

“Di Kabupaten Brebes jumlah calon siswa yang menggunakan tiket anak guru paling banyak di Jateng, yakni 35 calon siswa, yang berada di jurusan IPA sejumlah 18 dan jurusan IPS sejumlah 17,” katanya.

Mangacu kasus tersebut, PATTIRO mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah untuk merevisi Pergub Jateng No 64/ 2018 dengan menghapus pasal 13 ayat (1) huruf c terkait ketentuan mempertimbangkan anak guru dalam seleksi peserta didik.

“Juga memberikan pelayanan pengaduan secara interaktif selama proses PPDB berlangsung,” katanya. (NIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here