BERBAGI
Ilustrasi badai. (Sumber foto Pixabay.com)

Serat.id- Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
mengimbau masyarakat di pesisir pantai supaya menigkatkan kewaspadaan saat menjala ikan di laut, terkait munculnya badai tropis Maria penyebebab gelombang tinggi.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, Iis Harmoko menjelaskan ketinggian ombak di Samudra Hinda telah mencapai 4-5 meter serta angin kencang penyebab Badai Maria, hal tersebut ditakutkan akan membahayakan keselamatan jiwa para nelayan.

“Badai Maria akan berlangsung selama tiga hari kedepan, kecepatan angin telah mencapai 25 knot. Bahkan, di kawasan Pos Pengamatan Bandara Tunggul Wulung Cilacap, angin bergerak dengan kecepatan 25 knot,” jelas Iis di Semarang, Jumat, 6 Juli 2018.

Badai Maria telah memicu perubahan pusat tekanan rendah di Samudera Hindia bagian barat daya Sumatera dan pusat tekanan tinggi Samudera Pasifik tenggara Australia.

“Terpaan badai tropis maria akan membuat gelombang laut Jawa meninggi 1,5 meter hingga 2,5 meter. Dampak badai akan sangat dirasakan di Pulau Sumatra,” imbuh Iis.

Pihaknya juga mengingatkan kepada para wisatawan yang akan berkunjung ke area laut Jawa seperti pantai utara dan pantai selatan untuk tidak mendekat atau melakukan aktivitas terlebih dahulu.

Badai tropis Maria terjadi akibat hembusan angin yang kuat dari bagian timur Filipina kemudian menuju tenggara Papua sehingga berimbas pada wilayah-wilayah Indonesia yang berada pada bagian tekanan udara yang rendah. (NIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here