BERBAGI
Ilustrasi borgol. (pixabay.com)

Serat.id- Berawal saling ejek dua narapidana (napi), kericuhan terjadi di Rutan Kelas IIB Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu malam, 8 Juli 2018. Akibat dari kericuhan berimbas rusaknya beberapa pintu di rutan dan 17 napi sebagai provokator dipindahkan ke Lapas Brebes dan Slawi.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Ade Kusmanto menjelaskan kericuhan berawal dari dua napi yang saling ejek kemudian terjadi adu mulut dan perkelahian.

“Berawal dari bercanda antara dua napi kemudian terjadi saling ejek dan berakhir perkelahian yang dilakukan kedua napi terkait perihal subsida denda pengganti kurungan,” jelas Ade kepada Wartawan, Senin, 9 Juli 2018.

Saat adu mulut terjadi perkelahian dan luka juga dimanfaatkan napi lain melakukan kerusuhan merusak pintu rutan.

“Saat pihak lapas mencoba melerai serta menolong napi yang terluka akibat tikaman sikat yang diruncingkan, napi lain tidak sabar malah melakukan pengrusakan sembilan pintu dalam rutan, sehingga semakin menambah kericuhan,” imbuh Ade.

“Saat ini kondisi Rutan Pemalang sudah kondusif, petugas bersenjata dari Polres Pemalang telah disiagakan untuk antisipasi terjadinya kericuhan lagi,” pungkas Ade. (NIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here