BERBAGI
Seorang pedagang seragam sekolah sedang menjajakan daganganya di pasar Peterongan Kota Semarang, Rabu 11 Juli 2018. Memasuki musim tahun ajaran baru para pedagang meraup untung tinggi. (Anindya Putri)

Serat.id – Penjualan seragam di beberapa pasar Kota Semarang meningkat meski  beberapa sekolah telah menerapkan pembelian seragam di lembaga masing-masing. Ranti, 40 tahun, seorang pedagang seragam sekolah di pasar Peterongan mengaku saat memasuki tahun ajaran baru sekolah dagangannya laku diserbu pembeli .

“Karena ini tahun ajaran baru penjualan saya jelas meningkat, banyak tua yang membelikan seragam baru untuk anaknya. Mulai ramai sejak dua minggu lalu,” Jelas Ranti saat ditemui serat, Rabu (11/7).

Seragam yang dijual Ranti dimulai dari untuk SD, SMP hingga SMA. Hargannya juga variatif, untuk seragam SD dibandrol harga Rp 40 ribu hingga  Rp 70 ribu, SMP Rp 90 ribu hingga Rp 110 ribu dan SMA 120 ribu hingga Rp 150 ribu.

“Pembeli paling banyak yang mencari seragam SD dibanding seragam SMP dan SMA,” ujar Ranti menambahkan.

Pedagang seragam sekolah lain, Muslihin, yang mejajakan seragam di sekitaran masjid Kauman juga mengakui hal serupa. Dagangannya laris diserbu pembeli bahkan omzetnya melonjak hingga dua kali lipat.

“Meskipun tahun ini harga seragam naik namun para pembeli juga masih ramai sepertu tahun sebelumnya, mereka beli seragam buat anak paling tidak enam setel,” Jelas Muslihin

Tahun ajaran baru setiap tahunnya memang menjadi ledang rezeki para pedagang seragam sekolah. Seperti ketentuan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) akan dimulai Senin 17 Juli mendatang. (NIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here