BERBAGI
Dugaan Plagiat Rektor Unnes
Ilustrasi Dugaan Plagiat Rektor Unnes

Serat.id- Universitas Negeri Semarang (Unnes) membentuk Tim Investigasi Dugaan Plagiat yang diketuai Prof Mungin Eddy Wibowo yang tak lain adalah Ketua Majelis Profesor Unnes.

Tim tersebut mempresentasikan hasil investigasi kepada wartawan, di kampus Unnes, Sekaran, Gunungpati, Kota Semarang, Selasa, 10 Juli 2018. Tim itu mengklaim menemukan bukti penting yang menggugurkan dugaan plagiat Rektor Unnes, Prof Fathur Rokhman, yakni adanya dokumen penelitian pada tahun 2002.

Dokumen itu, menurut Prof Mungin, memuat data-data berupa tabel dan paragraf yang sama dengan artikel ilmiah milik Anif Rida pada tahun 2003 dan artikel Fathur pada tahun 2004.

“Dokumen penelitian tahun 2002 asli dan tidak direkayasa. Pejabat yang menandatangani telah meninggal dan cap Unnes yang digunakan adalah logo Unnes lama,” kata Mungin.

Baja juga: Tim Eka Kemristekdikti Nilai Investigasi Unnes Tidak Teliti

Mungin menyimpulkan, dua artikel yang muncul setelah itu bersumber dari satu karya yang sama. Menurut dia, Fathur mengambil kalimat dan tabel pada artikel tahun 2004 dari penelitiannya sendiri tahun 2002.

Terkait keberadaan Anif Rida, Mungin mengatakan, Anif telah mengirim surat pencabutan artikel tanggal 9 April 2018 kepada pengelola Konferensi Linguistik Tahunan (Kolita) I Unika Atma Jaya.

“Anif Rida merupakan mahasiswa bimbingan Fathur. Dia tidak menghadiri konferensi tersebut dan tidak tahu artikelnya dimuat, maka Rida mengirim surat pencabutan artikel,” ujar dia.

Mungin emoh berbicara terlalu jauh terkait Anif Rida yang juga dibimbing Fathur di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dalam pembuatan skripsi tahun 2003 berjudul Kode Dalam Interaksi Sosial Di Pesantren Qur’an: Kajian Sosiolinguistik Di Kudus.

“Kami fokus ke Prof Fathur saja. Kesimpulan kami setelah meneliti, Prof Fathur tidak terbukti melakukan plagiat,” kata dia.

Dasar penelitian plagiat oleh Tim Investigasi Internal karena adanya peristiwa yang mencuat di Majelis Profesor Unnes pada 7 Juni 2018. Saat itu, Prof Saratri Wilonoyudho yang disidang terkait unggahan di media sosial menunjukkan artikel milik Anif dan Fathur.

Mungin beralasan artikel itu tak langsung direspon, karena Saratri tak langsung membuat laporan. Toh, dia tetap menyelidikinya setelah sidang di Majelis Profesor. Pada 9 Juni 2018, hasil penyelidikannya keluar dengan kesimpulan tak ada terjadi plagiat. (ALI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here