BERBAGI
Ilustrasi, perempuan dan anak, pixabay.com

 

Serat.id– Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dinilai sangat memerlukan pendampingan dari tenaga kesehatan. Peran tenaga kesehatan sangat penting untuk untuk penanganan yang lebih mendalam pada korban.

“Yang dibutukan korban kekerasan adalah tenaga kesehatan bukan dokter dan dokter gigi di mana kedua itu adalah tenaga medis,” ujar Ketua Program Study Magister Ilmu Hukum Kesehatan, Universitas Khatolik Soegijapranoto, Endang Wahyati, saat ditemui serat.id, Kamis 19 Juli 2018.

Menurut Endang,  saat ini diperlukan penyelaras kebutuhan penanganan korban kekerasan sesuai undang-undang nomor  36 Tahun 2014, yang salah satu isinya mengatur tenaga kesehatan pada KDRT.

Endang menjelaskan tenaga kesehatan dalam penangan kasus kekerasan dimulai dari pencegahan, penanggulang hingga pemulihan korban kekerasan. Ia menyebutkan contoh kasus pemerkosaan atau kekerasan terhadap anak akan dirujuk ke Puskesmas terdekat terlebih dahulu, dengan begitu Puskesmas akan menjadi ujung tombak.

“Perlu digaris bawahi jika tenaga kesehatan berperan penting dalam penanganan kasus kekerasan,  maka dari itu perlunya meningkatkan komunikasi inter personal dalam pendampingan korban,” kata  Endang menjelaskan.

Terkait penanganan kasus KDRT di Kota Semarang, ia menilai selama ini lebih  baik, namun Endang menyebut masih memerlukan sosialisasi yang lebih masif  tentang pentingnya keberadaan pelayanan terpadu penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak berbasis gender. (NIN)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here