BERBAGI
Ilustrasi, Virus, pixabay.com

Serat.id-Tercatat tujuh anak di Kota Semarang terindetifikasi positif difteri , bahkan menimpa satu keluarga pasien yang mengakibatkan kematian salah satu penderita. Jumlah kematian karena difteri itu bertambah karena bulan sebelumnya seorang penderita meninggal.

“Empat anak yang lainnya dalam penanganan insentif dari RSUP Kariadi,” kata Dokter spesialis anak RSUP Kariadi, Hapsari, SpA (K), saat ditemui serta.id, Jumat, 20 Juli 2018.

Menurut Hapsari empat saudara dari korban meninggal yang juga terserang difteri sampai saat ini masih dalam pengawasan dan perawatan RSUP Kariadi di ruang isolasi bangsal anak. Sebelumnya seorang anak menjadi korban meninggal  berusia 12 tahun mengalami kondisi kritis.

“Racun difteri telah masuk kedalam jantung korban, sehingga mengakibatkan meninggal dunia dan tenggorakannya yang sudah sangat bengkak,” kata Hapsari menjelaskan.

Hapsari mengaku telah melakukan perawatan intensif untuk empat anak lainnya, sedangkan tiga anak sudah berangsur pulih dan kini tinggal satu anak yang masih tinggal di ruang isolasi.

Menurut Hapsari satu keluarga tersebut terserang difteri karena terindetifikasi belum melakukan vaksin, sedangkan difteri sendiri menular melalui udara dan air liur dengan gejala muncul lapisan putih dikedua amandel.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan vaksin agar tidak rentan terserang penyakit yang berasal dari bakteri seperti difteri.

“Wajib hukumnya untuk anak usia dini lakukan vaksin agar tidak rentan terserang virus dan bakteri, supaya nantinya kasus anak meninggal karena difteri tidak ada lagi,” ujar Hapsari menegaskan.

RSUP Kariadi sendiri mencatat dari bulan Desember 2017 hingga Juli 2018 terdapat 23 anak telah terserang difteri dan 4 anak meninggal dunia. (NIN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here