BERBAGI
Ilustrasi pelarangan narkoba. (Foto pixabay.com)

Serat.id- Dalam catatan Badan Narkoba Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah selama tiga tahun terakhir terdapat tiga kasus penyelundupan sabu-sabu dari Thailand ke Jawa Tengah.

Pertama, pada 13 Oktober 2016 petugas menggagalkan upaya peredaran sabu-sabu seberat 180 gram. Barang haram itu, dikirim dari seseorang yang beralamat di Lupipini Ville Shukumit II 247, Phomenupin, Bangkok Thailand.

Kedua, pada 15 Maret 2017, petugas BNNP Jateng bersama Bea Cukai Tanjung Emas Semarang menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu seberat 57 gram. Sabu-sabu itu dikirim dari Thailand melalui jasa pos.

Ketiga, pada 1 Juli 2018, sabu-sabu seberat lebih dari 1 kilogram diamankan oleh petugas di Bandara Ahmad Yani Semarang. Barang terlarang itu dibawa Wilaiwan Boonyiam (22), warga Lamphaya Nokhan Pathom, Thailand.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, bandar narkoba menggunakan Thailand sebagai daerah pengiriman dengan tujuan langsung ke Jawa Tengah, karena sudah ada jaringan yang terbentuk. Namun, pemberantasan dari pihaknya telah membuktikan operasi penyelundupan itu gagal.

“Jadi operasi ini bersama instansi terkait melakukan kerjasama, mudah-mudahan bisa kita bongkar semua. Ada yang melalui pengiriman paket, kemudian ada transportasi udara serta beberapa lainnya,” kata Agus saat pemusnahan barang bukti sabu-sabu dari tersangka Boonyiam di kantor BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang Barat, Kota Semarang, 24 Juli 2018.

Agus mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan pemberantasan peredaran sabu-sabu di Jawa Tengah. Termasuk peredaran barang haram itu dari luar negeri.

Selama satu semester 2018 ini, BNNP Jateng telah memusnahkan sabu-sabu dengan sebanyak 7,6 kilogram. Jumlah tersebut merupakan barang bukti dari 22 tersangka. (NIN).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here