BERBAGI
Sidang tuntutan aktivis lingkungan penolak pencemaaran PT RUM di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, 26 Juli 2018. (Foto dokumentasi LBH Semarang)

Serat.id- Jaksa Kejaksaan Negeri Semarang membacakan tuntutan kepada aktivis penolakan pencemaran PT RUM Sukoharjo.

Pembacaan tuntutan kelima aktivis terbagi ke dalam dua sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, 26 Juli 2018. Jaksa menuntut Mohammad Hisbun Payu alias Iss empat tahun dan enam bulan penjara, Sutarno dan Brilian empat tahun penjara. Ketiga terdakwa dituntut dengan Pasal 170 ayat (1) jo pasal 55 KUHP.

Kemudian, Sukemi dan Kelvin dituntut empat tahun dan enam bulan penjara dengan Pasal 187 ayat (1) dan Pasal 170 ayat (1) jo Pasal 55.

Baca juga: Ini Pledoi Pejuang Lingkungan Tergugat PT RUM

Penasihat hukum terdakwa Mazaya Latifasar dari LBH Semarang mengatakan, tuntutan tersebut mengabaikan fakta-fakta persidangan. “Terdakwa bukanlah dalang dari aksi kericuhan serta perusakan PT RUM pada bulan Februari 2018,” kata dia kepada serat.id, Jumat, 27 Juli 2018.

Menurut Mazaya, dalam tuntutan tersebut JPU mengabaikan fakta persidangan lantaran kelima terdakwa bukanlah orang yang melakukan perusakan. Saat mereka datang di PT RUM, kondisi di lapangan sudah banyak barang yang rusak.

Baca juga: Lagu Navicula ‘Mafia Hukum’ untuk Aktivis Lingkungan Sukoharjo

“Mereka itu diperiksa oleh penyidik ada beberapa keterangan yang diarahkan dan dipaksakan untuk diakui, sehingga mengaburkan fakta. Selain itu, ada beberapa perbuatan yang tidak terbukti dilakukan justru dimasukan dan seolah-olah menjadi fakta oleh jaksa,” ujar Mazaya.

Atas tuntutan tersebut tim penasehat hukum kelima orang akan mengajukan pembelaan pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa, 31 Juli 2018 mendatang. (*)

Berdasarkan evaluasi redaksi, judul berita ini telah diubah pada Jumat, 27 Juli 2018 pukul 18.00 Wib.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here