BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

 

Serat.id-Minimnya persediaan ayam dari produsen dinilai menjadi pemicu harga ayam di Kota Semarang  terus naik. Kondisi itu pengaruh kebijakan pemerintah pusat yang mengimbau agar peternak ayam memelihara secara organik.

“Akibatnya pedagang mengalami kekurangan stok kiriman dari distributor,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, saat Inspeksi Mendadak (sidak), Jumat, 27 Juli 2018.

Menurut Fajar, para peternak sebelumnya memberi suplemen ayam peliharaan. Namun saat ini diganti bahan pangan organik sehingga berpengaruh pada jangka waktu produksi lebih lama.

“Jadi yang biasanya 25 hari sudah di distribusikan, ini mundur sampai 40 hari,” kata Fajar menjelaskan.

Tercatat lonjakan harga bahan pakan ayam berupa jagung yang sempat naik juga mempengaruhi kenaikan harga ayam tersebut. Namun ia mengaku harga bahan pakan ayam saat ini mulai turun sehingga kendala utama adalah waktu proses pembesaran oleh peternak ayam.

Fajar menyebut jangka waktu proses pembesaran ayam yang lebih lama justru menaikan kualitas ayam yang lebih baik. Ia menyebutkan waktu tersebut sudah termasuk proses pemotongan sebelum dikirim sehingga membuat salah satu komoditas dapur itu seolah-olah langka.

Dinas Perdagangan Kota Semarang segera mengundang para peternak mencari solusi agar anjuran pemerintah tetap dilaksanakan dan tidak mempengaruhi distribusi ke pasar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here