BERBAGI
Komika Dodit Mulyanto (tengah) saat open mic di Kampus STAINU Temanggung, Sabtu 28 Juli 2018.
Komika Dodit Mulyanto (tengah) saat open mic di Kampus STAINU Temanggung, Sabtu 28 Juli 2018. (dok. panitia)

Serat.id- “Temanggung itu sejuk, alamiah, dan angker,” kata Dodit Mulyanto saat open mic di aula lantai 3 STAINU Temanggung, Sabtu malam, 28 Juli 2018.

“Apalagi, monumen Bambang Sugeng. Brrrrrrrr….,” kelakar Dodit saat melanjutkan lawakannya. Ratusan penonton pun tertawa mendengar lawakan itu.

Dodit hadir di Temanggung dalam serangkaian agenda Dodit Mulyanto Akhire Tour 2018 yang kebetulan bertempat di STAINU Temanggung. Selain bicara soal Temanggung, komika jebolan kompetisi stand up comedy Indonesia (SUCI) di Kompas TV itu juga menyinggung STAINU Temanggung. Mahasiswa turut menyimak.

“STAINU ki kampuse luar biasa. Letake pinggir ndalan. Nek ono sepeda motor RX King lewat balangen,” celoteh pria kelahiran Blitar, 30 Juni 1985 itu.

“Katanya, di sini punya kakbah sendiri. Jadi ini luar biasa,” katanya dikuti tawa dan tepuk tangan penonton.

Kakbah yang dimaksud Dodit itu adalah miniatur kakbah di kompleks KBIH Babussalam STAINU Temanggung yang sering dijadikan manasik haji.

Dodit Tour Temanggung digelar atas kerjasama komunitas komika Temanggung dengan BEM STAINU Temanggung. Dodit mengatakan, kegiatan itu menjadi kegiatan menarik karena belum pernah digelar di Temanggung.

Ketua STAINU Temanggung, Muh Baehaqi, mengatakan. STAINU Temanggung mengapresiasi kegiatan itu sebagai wujud memelihara seni yang berkembang. Ia berharap, kegiatan itu bisa mendinginkan suasana Jawa Tengah khususnya di Temanggung yang baru saja menggelar Pilkada.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat umum,” katanya didampingi Ketua LPM STAINU Khamim Saifuddin, Kaprodi PGMI Hamidulloh Ibda dan dosen PGMI STAINU Temanggung Muh Fadloli Alhakim.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here