BERBAGI
Suasana sidang pledoi atau pembelaan lima aktivis lingkungan Sukoharjo, yang digugat PT PT RUM di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa 31 Juli 2018 siang tadi. (Serat.id/Tamam)

Serat.id, – Sidang dengan agenda pledoi atau pembelaan lima aktivis lingkungan Sukoharjo, yang digugat PT PT RUM di Pengadilan Negeri Semarang, digelar pada Selasa 31 Juli 2018 siang tadi. Dalam pembelaannya kelima warga yang menjadi terdakwa masing-masing Muhammad Hisbun Payu, Kelvin, Sutarno, Sukemi, dan Brilian membantah semua tuduhan dari PT RUM.

“Kelima terdakwa itu tidak sah dan tidak meyakinkan melakukan tindak pidana,”  ujar Mazaya Latifasari, pendamping warga dari lembaga bantuan hukum (LBH) Semarang, saat sidang.

Baca juga: Lagu Navicula ‘Mafia Hukum’ untuk Aktivis Lingkungan Sukoharjo

Maya menilai kelima terdakwa justru korban pencemaran limbah yang dilakukan PT RUM di Sukoharjo. Pada tanggal 23 Februari 2018, mereka menggelar aksi besar-besaran memprotes polusi dan pencemaran di depan PT RUM, anehnya kelima warga itu ditangkap dengan tuduhan pasal 187 ayat 1 dan 2 dan atau pasal 170 ayat 1 KUHP tentang perusakan barang.

“Dari adanya pencemaran PT RUM hingga kemudian terjadinya peristiwa aksi pada 23 februari itu merupakan akumulasi dari kekecewaan masyarakat jadi ini tidak bisa terpisah begitu saja,” ujar Mazaya menjelaskan.

Baca juga: Gugatan PT RUM terhadap Aktivis Tak Jelas

Ia menuding surat dakwaan atau surat tuntutan Jaksa penuntut umum hanya mengambil sepotong peristiwa saja dan tidak melihat ke belakangnya. “Sedangkan hal itu sangat penting bagi kami,” katanya.

Tercatat saat sidang pembelaan dihadiri warga Sukoharjo bersama Mahasiswa Solo Raya. Mereka menggelar aksi solidaritas dengan berorasi di depan Pengadilan Negeri Semarang meminta agar hakim membebaskan kelima terdakwa tersebut.

Agenda sidang putusan terhadap para pejuang lingkungan akan pada selasa 7 Agustus 2018 mendatang. (mam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here