BERBAGI
Ilustrasi telur. (Foto pixabay.com)

Serat.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah menyebut kenaikan harga telur ayam ras dan BBM beberapa waktu lalu memberikan andil yang cukup besar terhadap inflasi Jateng bulan Juli 2018.

Pada Juli 2018, Jateng tercatat inflasi sebesar 0,10 persen dengan lndeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 131,98.

“Penyebab utama inflasi Jawa Tengah Juli 2018 tertinggi adalah naiknya harga telur ayam ras yang memberi andil sebesar 0,10 persen dan bensin sebesar 0,07 persen, kemudian disusul cabai rawit 0,02 persen, mie, dan upah pembantu rumah tangga,” kata Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Jawa Tengah, Sri Herawati, Rabu, kepada serat.id, Rabu, 1 Agustus 2018.

Dikatakannya, sedangkan yang menahan laju inflasi adalah turunnya harga angkutan antar kota, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras dan bawang putih.

Ia melanjutkan, secara komponen, inflasi di Jateng terjadi karena naiknya harga yang ditunjukan dengan indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,65 persen.

Diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 0,21 persen. Kelompok sandang sebesar 0,17 persen dan inflasi terendah terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,05 persen.

“Sedangkan turunnya harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen dan pada kelompok bahan makanan sebesar 0,25 persen,” terangnya.

Dijelaskannya, inflasi terjadi di enam kota SBH di Jawa Tengah. Inflasi tertinggi terjadi di dua kota yaitu Kota Kudus dan Kota Semarang masing-masing sebesar 0,11 persen dengan IHK masing-masing sebesar 139,70 dan 131,60.

Dua kota yang lain yaitu Kota Cilacap dan Kota Surakarta mengalami inflasi masing-masing sebesar 0,09 persen dengan IHK masing-masing sebesar 136,47 dan 128,97.

“Sedangkan Kota Purwokerto mengalami inflasi sebesar 0,08 persen dengan IHK 130,63 dan inflasi terendah terjadi di Kota Tegal sebesar 0,06 persen dengan IHK 130,25,” ujarnya.

Ditambahkannya, inflasi terjadi di semua ibu kota provinsi di Pulau Jawa. lnflasi tertinggi terjadi di Kota Serang dan Kota Yogyakarta masing-masing sebesar 0,56 persen. Diikuti DKI Jakarta sebesar 0,26 persen, Kota Bandung sebesar 0,17 persen, Kota Semarang sebesar 0,11 persen dan inflasi terendah di Kota Surabaya sebesar 0,03 persen. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here