BERBAGI
Pengunjung Taman Margasatwa Semarang mengendong bayi harimau Bengali bernama Cantik, Jelita dan Anggun, Selasa, 31 Juli 2018. (Foto Anindya Putri)

Serat.id- Tiga ekor bayi betina harimau Bengali milik Taman Margasatwa Semarang atau Semarang Zoo memperoleh nama masing-masing Jelita, Cantik dan Anggun pada peringatan Hari Harimau Sedunia.

Usia bayi harimau itu dua bulan dilahirkan dari Kliwon dan Rengganis. Masing-masing bayi harimau Bengali ini memiliki bobot tiga kilogram. Pasangan Harimau itu, pada 2017 juga melahirkan tiga anak. Jumlah harimau di Taman Margasatwa Semarang kini 15 ekor.

Dari ketiga bayan macan bengali tersebut terdapat salah satu bayi macan memiliki warna bulu yang dengan warna coklat keemasan serta loreng hitam dimana bayi tersebut diberi nama jelita oleh Walikota Semarang.

“Diharapkan tiga bayi harimau betina ini mampu mempercantik dan memberikan warna di Semarang Zoo. Apalagi salah satu bayi harimau ada yang warna keemasan. Jadi kita berinama Jelita,” ujar Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu dalam perayaan Hari Harimau Sedunia, di Taman Margasatwa Semarang, Selasa 31 Juli 2018.

Ia melanjutkan Taman Marga Satwa Mangkang saat ini telah menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Perubahan itu menuntut kerjasama dengan pihak ketiga untuk menjadikan Taman Margasatwa Semarang jadi ikon pariwisata Jawa Tengah serta sebagai tujuan wisata para wisatawan.

“Di Jawa Tengah khususnya Kota Semarang belum ada kebun binatang yang bagus dan lengkap koleksinya. Semoga saja setelah Semarang Zoo menjadi BUMD bisa lebih leluasa mengembangkan kebun binatang ini,” jelasnya.

Haverita juga meminta kepada pihak managemen Taman Margasatwa Semarang untuk membenahi infrastruktur seperti kandang yang dimulai tahun 2019. Kemudian, satwa perlu ditambah agar nantinya mampu kebun binatang. “Saat ini Bonbin kan pelihara satwa paling banyak buaya hingga 60 ekor. Kemudian ada harimau 15 ekor. Nanti kita tambah zebra dan jerapah,” kata dia.

Samsul Bahari Siregar, direktur Taman Margasatwa Semarang mengaku dengan adanya tiga bayi harimau yang lahir pada Juli 2018 mampu menarik minat wisatawan saat libur Lebaran. Saat ini bonbin memiliki 100 jenis satwa dan akan terus bertambah sampai 250 satwa.

Ia melanjutkan saat ini pihaknya sedang melakukan proses perizinan konservasi di Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dengan adanya izin lembaga konservasi dari KLHK nantinya Taman Margasatwa Semarang dapat tukar-menukar satwa dengan kebun binatang lain dan juga menambah koleksi satwa yang ada.

“Pasca kelahiran tiga bayi harimau di bonbin. Juga meningkatkan jumlah para pengunjung setiap minggunya. Mereka penasaran dengan ketiga harimau cilik ini,” imbuh Samsul.

Terkait dengan tempat penangkaran harimau yang kurang memadai serta kurang layak, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi menanggapi hal tersebut agar Dinas Pariwisata Kota Semarang untuk menganggarkan tempat penangkaran satwa yang lebih layak.

“Sesuai tupoksi penganggaran apabila OPD terkait mengusulkan ke badan anggaran melalui TAPD, ya mesti akan kami bahas dan menyetujui bersama,” jelas Supriyadi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here