BERBAGI
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Condro Kirono gelar perkara kepada awak media di Mapolda Jawa Tengah, Rabu, 1 Agustus 2018. (Foto Anindya Putri)

Serat.id- Komplotan begal dengan sasaran mobil boks dan kendaraan pribadi beraksi di wilayah Jawa Tengah yang berkedok menyamar menjadi anggota kepolisian dengan seragam dan atribut lengkap. Polisi berhasil mengamankan 10 tersangka begal yang teridiri menjadi 3 kelompok.

“10 tersangka ditangkap Subdit II Jatanras Ditreskrimsus pada bulan juli dengan dengan kedok kedua kelompok begal menyamar menjadi anggota kepolisian,” jelas Kapolda Jateng, Irjen Condro Kirono, kepada awak media, Rabu 1 Agustus 2018.

Ia melanjutkan dari ketiga kelompok begal tersebut masing masing memiliki otak pimpinan. Komplotan pertama yang dikendalikan Robert alias Obet membawahi empat tersangka begal berkedok menjadi anggota polisi saat melancarkan aksinya di wilayah Batang, Slawi, Pekalongan, Bandung, Jawa Barat dan Lamongan, Jawa Timur.

“Saat melakukan aksinya kelompok ini memiliki tugas masing-masing dengan dua pelaku memberhentikan kendaraan korban. Salah seorang menjadi eksekutor dengan mengenakan atribut polisi lengkap,” tutur Condro.

Setelah berhasil mengentikan kendaraan korban, mereka langsung menyekap dan melakban korban mereka agar tak berkutik. Salah satu korbannya adalah PT Sun Nusantara Abadi atau Elite Express yang merugi hingga Rp 450 juta lantaran 32 boks berisi telepon genggam merek Advan jadi sasaran Obet.

Kemudian kelompok kedua di bawah otak pimpinam beg Mujiyanto alias Bagol yang terdiri atas dua tersangka dengan modus sama menyamar sebagai polisi berhasil membegal kendaraan pengangkut bahan baku pembuayan wig dan alis palsu.

“Kelompok ini beraksi di wilayah yang memang berasa di sentra produksi alis mata dan wig, arahnya menuju Purbalingga (sentra pembuatan wig). Lokasi kejadian di Blora, Purworejo, dan Purbalingga. Barang bukti yang diamankan ada satu mobil bermuatan 1,5 ton bahan wig senilai Rp 750 juta,” Kata Condro.

Ia menambahkan kelompok ketiga beg berasal dari Palembang-Lampung yang terdiri empat tersangka. Mereka mengincar orang-orang atau nasabah yang baru keluar mengambil uang di bank dan kerap beraksi di Slawi Tegal dan Pemalang dengan aksi memecah kaca korban.

“Komplotan ini melanjutkan aksinya dengan menguntit ke mana korban mereka pergi. Saat mangsa mereka lengah, barulah kedua rekannya melakukan aksi pecah kaca dan merampas uang di dalam mobil. Total kerugian akibat aksi mereka mencapai Rp 150 juta,” sambung Condro.

Kerugian yang timbul dari kejahatan tersebut mencapai Rp 1,6 Miliar. Polisi juga menyita kendaraan pelaku seperti tiga unit truk boks dan empat sepeda motor.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 365 KUHP. Saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jateng sekaligus pengembangan kasusnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here