BERBAGI
Peneliti mengekskavasi fondasi situs Candi Duduhan, di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Kamis, 2 Agustus 2018. (Foto Anindya Putri)

Serat.id- Pusat Penelitian Arkeolog Nasional (PPAN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Perancis untuk Asia Timur kembali mengekskavasi penggalian tiga situs candi peninggalan Hindu zaman kerajaan mataram kuno di Duduhan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Ekskavasi Situs Duduhan ini sudah berjalan kurang lebih 25 persen. Situs Candi Duduhan berada di atas tanah milik warga yang merupakan Kebun Durian serta jauh dari pemukiman, sehingga mempermudah tim bekerja dan menjaga keaslian situs.

“Sebelumnya pada tahun 2015 tim kita telah menggali dan menemukan candi induk dengan ukuran 9×9 meter dan pada eskavasi pada tahun ini kita temukan tiga candi kecil bagian dari candi induk berukuran 5×4 meter,” ujar Koordinator PPAN, Agustijanto saat ditemui serat.id ekskavasi situs, Kamis 2 Agustus 2018.

Awal mula penemuan situs Duduhan berawal pada tahun 1976. Saat itu PPAN mensurvei awal dan baru eskavasi kali pertama tahun 2015 dengan penemuan candi induk bercorak Siwa pada abad ke-9.

Warga setempat sudah lama mengetahui indikasi candi di sana. Temuan terdahulu berupa Arca Ganesha disimpan di Museun Ronggowarsito Semarang. Ada juga arca sapi tunggangan Siwa yang kini tak terurus berada di perempatan jalan Kampung Duduhan.

Ekskavasi berlanjut tahun 2018 ini selama 12 hari sejak tanggal 25 Juli hingga 5 Agustus 2018. Penemuan tiga candi perwara, ini, kata Agus, menegaskan area itu dahulu merupakan tempat umat Hindu untuk sembahyang.

Masuknya Agama Hindu

Temuan itu memperkuat teori masuknya agama Hindu pada masa Mataram kuno di Jawa Tengah antara lain melalui Pantai Utara yaitu Semarang-Kendal.

“Eskavasi di sini sempat berhenti beberapa tahun. Kita juga sedang fokus eskavasi di sepanjang Pantura seperti Rembang dan Pekalongan. Untuk situs candi Duduhan sendiri sama seperti Candi Gedong Songo,” imbuh Agus.

Ekskavasi ini juga memperlihatkan enam lapisan batu bata yang merupakan fondasi atau kaki candi. Sedangkan, bagian atas candi induk saat ini sudah tak tersisa lagi.

Peneliti Pusat Penelitian Perancis untuk Asia Timur, Veronique Degroot menjelaskan, situs ini menunjukkan adanya perkampungan dengan candi perwara sebagai gerbang. Ekskavasi bakal berlanjut untuk mencari keberadaan pagar sebagai batas candi.

“Dugaan kita candi ini lebih muda dari Candi Borobudur, namun masih satu zaman dengan candi Prambananan. Kita juga masih mencari pagar yang mengelilingi candi Situs Duduhan ini,” beber Veronique. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here