BERBAGI
Mahasiswa KKN Undip di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mendemonstrasikan memasak menggunakan biogas. (dok Tim KKN Undip)
Mahasiswa KKN Undip di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang mendemonstrasikan memasak menggunakan biogas. (dok. Tim KKN Undip)

Serat.id- Kandang komunal Sidodadi, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang menghasilkan kotoran sapi berlimpah. Kotoran itu hanya dibuang dan menumpuk bersama limbah rumput di samping kandang.

Berawal dari persoalan itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tematik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mendampingi warga untuk memanfaatkan kotoran sapi itu untuk biogas. Pembuatan biogas telah diresmikan pada Senin, 30 Juli 2018.

“Biogas yang dibangun mahasiswa KKN Undip ini merupakan langkah awal agar masyarakat Kalisidi dapat mengembangkan potensi penggunaan kotoran sapi untuk gas ramah lingkungan,” kata perwakilan mahasiswa KKN Undip, Herlambang Abriyanto, Sabtu 4 Agustus 2018.

Herlambang menjelaskan, kandang komunal Sidodadi menampung sekitar 50 ekor sapi. Dalam sehari, kotoran yang dihasilkan bisa mencapai 200 kg. Menurutnya, itu merupakan potensi besar untuk pembuatan biogas untuk kebutuhan memasak warga.

Untuk saat ini, lanjut Herlambang, biogas yang telah dibangun berukuran 10 meter kubik. Untuk sementara hanya bisa memenuhi keperluan masyarakat di sekitar kandang komunal. “Ke depan diharapkan dapat dibuat saluran-saluran ke rumah warga,” katanya.

Herlambang menjelaskan pembuatan biogas dengan cara fermentasi, yaitu mengumpulkan kotoran sapi selama 7 hari di pagi dan sore hari. Kotoran sapi tersebut dicampur air dengan perbandingan 1:1 dan diaduk dalam mixer.

“Setelah tercampur dimasukkan ke dalam bak digester. Pengisian campuran tersebut selama 7 hari,” katanya.

Herlambang melanjutkan, setelah campuran keluar dari bak digester menuju bak output, maka pengisian sudah dianggap cukup. Untuk fermentasi dibutuhkan waktu 14 hari. Selama proses itu, bakteri anaerobik akan mengubah biomassa kotoran sapi menjadi gas metan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar ramah lingkungan.

Koordinator dan Dosen Pembimbing Lapangan Mahasiswa KKN PPM Tematik Undip di Kalisidi, Indro Sumantri mengatakan, kotoran sapi yang awalnya sebatas untuk pupuk, sekarang bisa dijadikan gas ramah lingkungan. Gas tersebut menurutnya setara dengan gas yang dibeli warga dalam bentuk tabung.

Indro mengatakan, selain membuat biogas, tim KKN Undip juga mendampingi warga membuat pupuk kompos dan pembuatan posyandu lansia di Kalisidi. “Ini bentuk dedikasi Undip penggerak dan pemberdaya potensi desa yang bermanfaat luas bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Dusun Kalisidi, Abu Sujak mengapresiasi upaya tim KKN Undip mengelola kotoran sapi yang berlimpah di kampungnya. Ia juga berterima kasih, tim KKN memberikan pelatihan perawatan dan penggunaan instalasi biogas kepada warganya.

Kepala Desa Kalisidi, Dimas Prayitno Putra berharap warga bisa memelihara dan memanfaatkan sarana prasarana instalasi biogas yang sudah dibangun itu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here