BERBAGI
Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono. (Foto Anindya Putri/serat.id)

SEMARANG- Jelang sensus penduduk 2020, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah akan lakukan indentifikasi managemen resiko.

“Kita mulai menyusun menajemen resiko dari segala kemungkinan yang terjadi dengan mengidentifikasi berbagai aspek yang dapat mempengaruhi hasil sensus,” ujar Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono, Kamis, 9 Agustus 2018.

Dijelaskannya, kegiatan Sensus Penduduk membutuhkan persiapan yang panjang hingga 7 tahun, mulai uji coba tata cara, uji coba daftar pertanyaan, uji coba instrumen dan pemetaan lokasi desa dan lainnya.

“Sensus Penduduk 2020 masih tahap persiapan. Kami tahun depan akan mengujicoba metodologi, menguji kuasioner dan sebagainya,” kata dia.

Dia melanjutkan, saat ini ada beberapa apartemen yang tertutup ketika di sensus oleh petugas dan sekarang mulai diidentifikasi agar bisa menemukan cara yang tepat.

“Sekarang banyak apartemen yang tertutup. Itu kan resiko. Bagaimana cara kita harus mengatasi hal itu akan kita petakan dulu dan caranya nanti seperti apa,” terangnya.

Ditambahkan, dengan perkiraan jumlah penduduk Indonesia sekitar 265 juta jiwa, petugas sensus yang dibutuhkan bisa mencapai 1 juta petugas.

“Jawa Tengah baru kita petakan potensi-potensi yang misalkan nanti pakai android atau paper itu kan berbeda, nah sekarang kita sedang memetakan hal itu. Dan di sana akan berdampak pada kebutuhan petugas berapa nanti di Jawa Tengah,” ucapnya.

ke depan model sensus ada yang menggunakan sistem online maupun offline, sehingga masyarakat bisa mengisikan datanya dengan mudah.

“Semua orang seharusnya bisa disensus. Nanti ada metode menggunakam gedget langsung tapi juga cara website, orang bisa ngisi offline dan online. Kita akan sosialisasi caranya, kita juga akan kerjasama dengan pelaku online supaya mereka bisa membantu sistemnya” bebernya.

Indonesia telah makukan tujuh kali sensus penduduk pasa tahun 2020 besok, serta di mana sensus penduduk terkahir pada tahun 1991. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here