BERBAGI

Patung figur wayang di Kandri Etnic karya Muhammad Nur Khusaini. (Foto Anindya Putri/serat.id)

Serat.id- Patung-patung figur terletak di dalam bingkai kaca sebuah ruang pamer di Desa Wisata Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Sejumlah patung menyerupai figur orang. Di antaranya mahasiswa mengenakan toga dan selempang, petani mengangkut hasil tanam dari gerobag dan orang memikul kayu. Figur wayang juga terangkai apik berjajar di dinding.

Semua patung itu terbuat dari limbah organik yang berada di sekitar Desa Wisata Kandri seperti kayu erosi, bambu, rumput, padi kering, pelepah pisang, kulit kayu dan daun kering.

Di balik karya seni itu ada Muhammad Nur Khusaini alias Saddam. Berawal dari keresahan Saddam terhadap desa wisata yang tidak memiliki ciri khas cedera mata, dia mulai mengolah limbah organik untuk dijadikan patung. Limbah yang dihasilkan pun berasal dari sekitaran tempat tinggalnya sendiri.

“Cendera mata yang ada di tempat-tempat wisata terkesan monoton hanya gantungan kunci atau gelang. Akhirnya saya memiliki inisiatif mencari ciri khas dari Kandri dengan membuat patung karakter dari limbah,” jelas Saddam kepada serat.id, Senin, 13 Agustus 2018.

Ide itu berawal pada 2013 atau saat Kandri ditetapkan sebagai desa wisata. Dia beranggapan bahwa sebagai desa wisata, Kandri harus memiliki souvenir untuk dapat dijadikan cendera mata bagi wisatawan yang mampir.

“Ketika saya buat patung karakter dapat inspirasinya dari ibu-ibu yang sering ke ladang, mereka bawa kayu itu kan buat masak terus ada sisa limbahnya. Akhirnga saya kumpulkan lalu dijadikan bahan membuat cendera mata,” imbuh Saddam.

Tidak hanya itu, dia mengaku juga terinspirasi dari karakter masyarakat Kandri hingga akhirnya membuat patung karakter.

Saddam mengaku mengutamakan limbah organik sebagai bahan untuk membuat karya. Adapun patung karakter yang dibuatnya terinspirasi berdasarkan kearifan lokal tentang aktivitas warga Kandri.

Aktivitas yang dibuat bermacam-macam, mulai dari orang menumbuk padi, petani mencangkul, hingga orang mencari kayu bakar.

Meski terbuat dari limbah kayu erosi dan bahan-bahan organik, Saddam memiliki cara tersendiri agar hasil karyanya tetap awet.

“Saya menggunakan lem dengan ditambahkan serbuk gergaji agar patung figur kuat. Selain itu, saya menggunakan cat dengan dicampur lem kayu supaya tidak dimakan rayap. Dengan begitu hasil karya dari toko Kandri Ethnic bisa bertahan sampai bertahun-tahun,” jelasnya.

Ada juga patung karakter yang berbentuk diorama, yakni patung karakter yang bercerita. Saddam mengatakan, biasanya untuk membuat patung diorama dibutuhkan waktu lebih karena dia harus membangun cerita melalui patung yang dibuatnya.

Patung karakter yang ia buat dibandrol mulai Rp 50.000. Tidak saja hanya warga Kota Semarang yang tertarik, tapi juga wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kandri.

“Kalau orang dari kita yang beli biasanya dari pecinta seni hingga pejabat mereka lebih suka patung diorama. Wisatawan dari luar negeri juga ada yang beberapa pesan patung karakter buatan saya,” tandas Saddam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here