BERBAGI
Ilustrasi, Tenaga Kerja Kontruksi, pixabay.com
Serat.id – Rajawali Foundation dan Pusat Transformasi Kebijakan Publik (Transformasi), melalui proyek kerja sama USAID-Mitra Kunci Strengthening Coordination for Inclusive Workforce Development in Indonesia (SINERGI) telah menggelar dialog nasional tentang ketenagakerjaan inklusif di Indonesia. Kegiatan yang digelar  pada Selasa, 14 Agustus 2018 di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta itu bagian ketiga dari rangkaian dialog nasional tentang ketenagakerjaan yang merupakan salah satu dari kegiatan utama Proyek SINERGI. “Dialog nasional itu didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi,” kata Direktur Rajawali Foundation sekaligus Project Director SINERGI, Agung Binantoro, dalam siaran pers yang diterima serat. Menurut Agung, dialog bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan penyadaran pada pemerintah daerah, dunia usaha, dan kaum muda tentang ketenagakerjaan inklusif, serta upaya pengurangan kemiskinan dan pengangguran. Tercatat hadir pembicara kunci dialog tersebut Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono. Sedangkan pembicara utama Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN Bappenas, Pungky Sumadi. Selain itu Direktur Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian PPN/Bappenas, Mahatmi P Saronto, Project Leader SINERGI Bambang Wicaksono, Kabag Humas Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sekaligus Bidang Monitoring & Evaluasi POKSI, Teguh Hadi perwakilan PT Nuanza Porcelain Boyolali, sekaligus Bidang Program POKSI, Roy Wibisono, serta perwakilan Kaum Muda Semarang. Agung mengharap kegiatan tersebut dapat mengenalkan Proyek SINERGI kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kota dan kabupaten dampingan, dunia usaha, kaum muda, dan para pemangku kepentingan lain. Hal itu dinilai penting karena selama 15 bulan, sejak Oktober 2017 hingga Desember 2018, Rajawali Foundation dan Transformasi melaksanakan proyek SINERGI, dengan fokus di Provinsi Jateng, khususnya di empat daerah dampingan, meliputi  Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Demak dengan sasaran awal 400 kaum muda kurang mampu dan rentan termasuk kaum difabel. “Namun, proyek tersebut tidak menutup kesempatan untuk daerah lain di Indonesia. Target akhir USAID-Mitra Kunci untuk program ini adalah menyasar 200 ribu kaum muda kurang mampu dan rentan di enam provinsi di Indonesia,” katanya. Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas pada Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono, mengatakan dialog nasional diharapkan turut membantu mengembangkan jejaring kebijakan di tingkat provinsi, kabupaten dan kota guna menyusun rencana aksi inovatif bersama. “Bagi upaya meningkatkan akses informasi dan pelatihan kerja yang berkualitas,” ujar Bambang. Hal itu dinilai penting guna memberikan kesempatan pada kaum muda kurang mampu secara ekonomi secara ekonomi dan rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas guna memasuki dunia kerja. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here