BERBAGI
Serat.id– Wayang Gaga dipentaskan pada malam peringatan kemerdekaan di kampung Umbulsari, Mijen, Kamis malam 16 Agustus 2018. Wayang Gaga merupakan kesenian wayang yang bahan bakunya dibuat dari tanaman, seperti rumput-rumputan. ” Kami sengaja menampilkan saat malam tirakatan 17an. Penampilan ini sesuatu yang berbeda dengan memberikan kreatifitas pada remaja dan anak-anak nguri-nguri budaya wayang,” ujar tokoh masyarakat Kampung Umbulsari, Sujud Imam Santoso, saat menjelang pementasan. Pementasan wayang Gaga dilakukan secara sederhana di salah satu pelataran kampung yang disaksikan oleh seluruh warga dan anak-anak. Dalam pementasan itu sejumlah bocah memainkan wayang gaga beserta yang mampu menyedot perhatian penonton dan menghasilkan gelak tawa dari  dari dialog yang dipentaskan. Pementasan yang dimainkan anak kampung setempat Fauzan dan Denis itu mengisahkan tentang kesedihan karena sungai tempat mereka bermain dan berenang menjadi kotor dan kering. Lalu mereka berdua mengajak Pakde seorang yang dituakan di kampungnya membersihkan sungai dan membuat bendungan agar sungai kampung Umbulsari bersih seperti sediakala. Menurut Sujud,  pementasan wayang Gaga sebagai pesan perlunya generasi penerus di kampungnya memiliki semangat dan kreatifitas yang tinggi atas perkembangan kemajuan teknologi, agar tak melupakan budaya yang ada. “Tentunya, hal ini juga memupuk nilai positif yang dapat kita rasakan nantinya. Generasi penerus ini yang akan membangun kampung baik secara lahir maupun batin,” ujar Sujud menjelaskan.

Penggerak Komunitas Wayang Gaga, Suryanto, mengaku merasa senang dapat berkolaburasi dengan warga di Kampung Umbulsari.

“Dulunya, Kampung ini disebut Kampung Gaga,” kata Suryanto. Menurut dia, kampung Umbulsari tempat ia dan komunitas melakukan proses kreatif. “Saat ada perayaan HUT RI ke-73 ini, kami merasa bangga bisa main di tempat kami sendiri,”katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here