BERBAGI

Serat.id- Pembangunan 1.000 embung yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sejak tahun 2015 hingga saat ini masih tebangun 75 embung di Kabupaten/Kota lantaran terkendala oleh pembebasan lahan.

Ilustrasi kemarau (Foto dari pixabay.com)

“Pembangunan embung yang sudah berjalan sejak tahun 2015 hingga tahun 2018 ini masih terbangun 75 embung karena terkendala lahan bondo desa dan kami sedang megusahakan pembebasan lahan tersebut,” ujar Komisi D DPRD Jawa Tengah Mochamad Ichwan, Selasa, 28 Agustus 2018.

Ia melanjutkan daerah di Jateng yang terkena kekeringan berpotensi untuk dibangunnya embung, lantaran dianggap sebagai solusi saat mengahadapi kekeringan ekstrem seperti yang terjadi saat ini. Pihaknya sangat mendukung program pemerintah pusat terkait dengan pembangunan embung di daerah kabupaten/kota.

“Kami pihak DPRD sangat mendukung pembangunan embung tersebut di daerah-daerah, tapi jika terkendala dengan tanah bondo deso tidak bisa digunakan untuk kepentingan pembuatan embung nanti perlu adanya komunikasi lagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk pembebasan lahan,” jelas Ichwan.

Ichwan melanjutkan dirinya juga mengkritisi terkait dengan pembangunan embung yang tidak tepat sasaran, lantaran embung tersebut dibangun di tengah kota.

“Di Pati sudah dibangun embung tapi ada di tengah kota bukannya di desa yang dekat dengan area persawahan,” beber Ichwan.

Seperti yang telah diketahui kekeringan yang melanda Jawa Tengah telah terjadi di 1.163 desa dan 253 kecamatan memerlukan embung sebagai penyimpan air. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here