BERBAGI
Wali Kota Semarang. Hendrar Prihadi saat mengunjungi stan pameran di acara Pazaarseni#5 2018.
Wali Kota Semarang. Hendrar Prihadi saat mengunjungi stan pameran di acara Pazaarseni#5, Jumat 31 Agustus 2018.

Serat.id– Pazaar Seni#5, resmi dibukan oleh Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi, pada 31 Agustus 2018, Jumat siang tadi.  Kepada wartawan usai membuka acara tersebut, Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi menyatakan yakin acara itu  mampu memberikan ruang pada pelaku seni untuk mengapresiasi hasil karya.

“Saya selaku Wali Kota meyakini melalui agenda pazaar seni ini sebagai  ruang bagi pelaku seni,” kata Hendi,   usai memberikan sambutan pagelaran Pazaar Seni, Jumat Siang 31 Agustus 2018.

Tercatat Pazaarseni#5 2018, yang dihelat oleh Dewan Kesenian Semarang (Dekase) sengaja mengusung tema Spirit Ki Narto Sabdo. Agenda tahunan pegiat seni Kota Semarang yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 2 September 2018 tersebut sengaja digelar dengan konsep memfasilitasi para pelaku seni, terutama perupa dengan masyarakat.

Hendi mengaku terus mendorong kegiatan kreatifitas seniman dan budayawan tidak hanya lewat Pazaar Seni yang telah berjalan selama lima tahun terakhir.  Tak hanya itu ia juga akan mendukung beberapa agenda potensi seni-seni tradisional yang ada di Kota Semarang seperti pagelaran musik dan Biennale yang akan dihelat pada bulan September mendatang.

“Ini diharapkan mampu menjadi sebuah kota yang kokoh dari segi kesenian dan kebudayaan,”kata Hendi menjelaskan.

ia mengharap Pazaar Seni yang sudah berjalan lima kali berturut-turut ini mampu mendorong kota Semarang menjadi kota yang akan sadar berkesenian. Apa lagi agenda seni di ibu kota Provinsi Jateng itu tak hanya satu moemntum saja, namun beberapa momentum dalam acara sejenis.

Wali Kota Semarang dan Dewan Kesenian juga mengapresiasi serta memberikan penghargaan kepada  Amin budiman sebagai seorang yang telah menuliskan sejarah kota Semarang dan Atie Krisna pelukis perempuan paling tua di Kota Atlas.

Ketua Dewan Kesenian Kota Semarang, Henry TM, menyatakan Kota Semarang merupakan kota transit, meskipun secara historis tidak memiliki cerita perihal kesenian, namun lewat kegiatan Pazaar Seni dan kegiatan lainnya mampu menarik kunjungan publik.

” Kegiatan berbau kesenian seperti Pazaar Seni jika ke depan  dilanjutkan akan lebih baik, apa lagi kota ini merupaka kota transit dan banyak orang yang ingin berkunjung dan berkesenian di sini,” kata Henry.

Ia juga mengaku Dekase telah memberikan ruang kepada para seniman dan budayawan di Kota Semarang, untuk terus berkembang serta berkreatifitas dan membantu pemerintah untuk memetekakan dan mengembangkan kesenian kota Atlas.

” Saya berharap dengan adanya ruang berkespresi seperti Pazaar seni ini mampu terus berkrearifitas untuk pembangunan kesenian di Semarang,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here