BERBAGI
Kondisi wahana Bianglala di arena Jateng Fair 2018. Wahana tersebut sempat menimbulkan seorang pengunjung jatuh dan terluka serta dilarikan ke rumah sakit. (Foto Anindya Putri)

Serat.id- Acara tahunan Jateng Fair 2018 yang telah berjalan selama 24 hari sejak 17 Agustus 2018, resmi ditutup pada 9 September 2018. Pengelola Pusat Rekreasi dan Pameran Pembangunan (PRPP) menyatakan kunjungan masyarakat tidak memenuhi target.

“Kita targetkan pada tahun ini pengunjung akan mencapai hingga 500 ribu pengunjung. Tamun tahun ini rata-rata berkisar antara 200 ribu pengunjung saja,” ujar Direktur PT PRPP, Titah Listyorini, Selasa, 11 September 2018.

Ia melanjutkan turunnya animo masyarakat pada event Jatengfair 2018 ini dikarenakan beberapa faktor seperti adanya Asian Games yang juga menyedot perhatian warga Jawa Tengah. Kemdian, menurunnya kondisi ekonomi Indonesia menjadi salah satu penyebab minat beli masyarakat kurang.

Titah berjanji akan meningkatkan kualitas dan mengemas ulang acara tahunan itu pada tahun 2019. Dengan harapan agar pelaku ekonomi kreatif lokal hadir dengan kualitas produk yang tinggi.

“Kami pasti akan mempelajari kembali, dan melakukan pengajian ulang. Mungkin upaya rebranding untuk tahun depan jadi pilihan yang bagus,” bebernya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada saat malam penutupan Jateng Fair 2018 mengatakan, dengan berkumpulnya seluruh pelaku ekonomi terjadi komunikasi proses ekonomi kreatif.

“Hari ini dunia lagi berubah dan bergerak, ekonomi sedang terjadi benturan luar biasa. Acara seperti ini sebenarnya bagaimana kita menjual produksi lokal. Produk itu memang bermutu ini menjadi potensi luar biasa,” tandasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here