BERBAGI

Ratusan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa  (BEM) dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang melawan terik berkumpul di depan kantor Rektor Unnes, Sekaran Gunungpati, senin 16 Juli  2018 lalu. Mereka menggelar solidaritas untuk Julio Belnanda Harianja yang diskorsing kampus tempat ia belajar, Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Solidaritas mahasiswa selalu berdatangan untuk membantu dan mengawal kasus skorsing Julio, salah satunya dari Presiden DEMA UIN WALISONGO, Syarifuddin Fahmi, yang menilai Julio adalah salah satu dari sekian banyak mahasiswa yang mempertahankan idealisme mahasiswa.

Baca juga: Mahasiswa Skorsing Unnes: Saya Sudah Minta Maaf, Tapi Di-PHP

“Satu Julio diusik, seribu Julio akan melawan. Cabut Skorsing Julio!,” kata Fahmi saat diwawancarai jurnalis magang Serat.id, Muhammad Shofi Tamam.

Tak hanya itu, dukungan lain dari Presiden BEM UNISBANK Semarang, Anjar Saputra, yang menyatakan sengaja mendukung solidaritas Julio karena sebagai sesama mahasiswa yang berkiprah di kampus.

Baca juga: Petaka Penentang Kebijakan Kampus

“Saya prihatin dengan hal ini, takutnya nanti mahasiswa yang vokal terhadap kebenaran akan dibuat takut dengan sanksi skorsing semacam ini,” kata Anjar.

Tercatat aksi solidaritas diikuti aktivis mahasiswa lain di luar Unnes, mereka diantaranya mahasiswa Unisbank, Unwahas, USM, Total Win, Undip, Unisula.

Baca juga: SK Skorsing Cacat Hukum, Julio Gugat Rektor Unnes ke PTUN

Ironisnya dalam aksi itu tak dihadiri BEM KM Unnes, lembaga kemahasiswaan itu dinilai tak membela Julio yang menghadapi skorsing. Namun hal itu dibantah Ketua BEM KM Unnes, Muhammad Rokhil Novayana, yang mengaku sudah merespons kasus yang dialami Julio  dengan cara mengupayakan pertemuan dengan Rektorat untuk menyelesaikan masalah.

Namun upaya tersebut belum bisa terlaksana karena dari kedua belah pihak masih enggan untuk bertemu.

“Saya sudah mengupayakan kedua pihak bisa duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ini, namun belum bisa karena dari kedua belah pihak masih kekeh dengan pendiriannya”, kata  Rokhil.(*)

Penulis: MUHAMMAD SHOFI TAMAM

Editor: Edi Faisol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here