BERBAGI
Masjid Baitul Mustagfhirin di Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang dibongkar karena berada di jalur Tol Batang-Semarang, Jumat, 28 September 2018. (Foto Anindya Putri)

Serat.id- Ratusan warga Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang memadati sekitaran Masjid Baitul Mustagfhirin. Mereka di sana untuk menyaksikan proses penurunan kubah masjid terdampak jalan Tol Batang-Semarang. Masjid baru telah disiapkan berjarak 600 meter dari masjid lama yang akan rata dengan tanah.

Penurunan kubah masjid berlangsung usai Salat Jumat, 28 September 2018. Sebelum menurunkan kubah, warga menggelar prosesi ritual doa bersama dan tumpengan untuk kelancaran pembongkaran masjid.

Sebelum kubah diturunkan terlihat seorang warga mengumandangkan azan dan warga lainnya yang berada di sekitar masjid serta pinggiran jalan melantukan salawat selama penurunan kubah masjid. Proses pembongkaran Masjid juga dilakukan secara bertahap yakni dengan melakukan penurunan kubah terlebih dahulu serta selanjutnya mimbar dan beduk juga akan dipindah.

“Pembongkaran masjid ini tidak ada penolakan dari warga. Semua sudah legawa. Semoga dengan adanya masjid baru akan memberikan keberkahan bagi warga kelurahan Bringin,” ujar Nazir Masjid Baitul Mustagfhirin, Rusmanto kepada serat.id, Jumat, 28 September 2018.

Ia melanjutkan Masjid Mustagfhirin sendiri sudah berdiri sejak tahun 1991 yang sebelumnya adalah sebuah musala. Kemudian pada tahun 1994dibangun masjid yang berdiri di atas lahan seluas 239 meter persegi.

“Masjid ini memiliki histori tersendiri bagi warga dibangun dari tahun 90’an untuk kegiatan beribadah,” kata Rusmanto.

Manager Pengendalian Lahan PT Jasa Marga Batang-Semarang, Hadi Susanto bersyukur atas kekompakan warga demi kelancaran pembongkaran masjid. Masjid baru yang akan digunakan beribadah warga luasnya 670 meter persegi.

Pembongkaran masjid itu untuk jalan Tol Batang-Semarang. Saat ini progres pembangunan tol mencapai 88 persen. Pihaknya akan membongkar bangunan lain berupa sekolah pada bulan Oktober. Total bangunan yang dibongkar sejumlah 34 lokasi.

“Target kami akhir 2018 jalan Tol Batang-Semarang sudah bisa difungsikan,” kata Hadi. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here