BERBAGI
Mahasiswa asal Palu menggalang dana untuk korban gempa di sekitar Tugu Muda, Kota Semarang, Selasa (2/10/2018). (Foto Anindya Putri)

Serat.id- Gempa berkekuatan 7,4 SR beserta tsunami yang telah meluluh lantakan Palu dan Donggala Sulauwesi Tengah membuat resah Kunto Agung Krisnadi.

Mahasiswa asal Palu yang menempuh pendidikan di Universitas Sultan Agung (Unissula) Kota Semarang lantaran kehilangan kontak dengan keluarga besarnya.

Selama beberapa hari terakhir Kunto mencari informasi keberadaan keluarganya hanya melalui pemberitaan yang ada di televisi dan sosial media.

Upaya lain, dengan menggandalkan teman di Unissula untuk ikut membantu mencari lewat posko-posko bantuan yang telah dibuka oleh beberapa organisasi kemanusiaan untuk mencari orang hilang dan korban gempa di Palu.

“Saya bingung karena keluarga di Palu tidak bisa dihubungi pascagempa. Di sana ada ibu, bapak dan dua saudara saya. Tidak ada satupun yang dapat saya lacak keberadaannya,” ujar Kunto kepada serat.id saat penggalangan dana di Tugu Muda, Kota Semarang, Selasa, 2 Oktober 2018.

Sebelumnya laki-laki berusia 20 tahun ini sempat bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di kantor gubernur, Senin, 1 Oktober 2018, untuk meminta bantuan tiket pesawat untuk pulang. Namun, Kunto diarahkan oleh Ganjar untuk mendaftar sebagai relawan di Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah.

“Setelah dari kantor Gubernur saya langsung pergi ke BPBD untuk mendaftar jadi relawan. Tapi fokus saya tetap cari keluarga dulu,” kata lelaki tirus ini.

Kunto akan ke Palu pada 6 Oktober 2018 mendatang dengan menggunakan jalur darat melalui Surabaya. Lalu lewat jalur laut dari Surabaya ke Makassar. Ia akan meminta izin ke kampus untuk tidak mengikuti perkuliahan selama di Palu.

Kali terakhir bertemu dengannya saat Idul Fitri 2018. Rumahnya berjarak dari pantai sekitar 10 menit berkendara. Tak pelak hal itu membuat dirinya berkaca-kaca saat menceritakan kondisi terakhir bertemu orang tua.

Kunto merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ibu Kunto asli Palu dan bapaknya asal Klaten. Salah satu saudara Kunto sendiri yang lainnya tinggal di Klaten bersama adik dari ayahnya dan dua saudara lainnya tinggal di Palu bersama orang tuanya. Ia berharap dengan dirinya untuk pergi ke Palu dapat membuahkan hasil menemukan keluarganya yang ada di sana .

“Saya berharap banyak bisa menemukan keluarga di Palu. Semoga ketemu dengan selamat bapak, ibu dan dua saudara saya biar bisa kumpul lagi,” kata dia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here