BERBAGI
Sebanyak 320 peserta pelajar SMP dan SMP mengikuti lomba desain karakter di SMA Negeri 9 Semarang, Minggu 14 oktober 2018.

Serat.id- Wajah Sombita Ruma Esthya Hayyu, 17 tahun, tampak riang ketika naik panggung di aula SMA Negeri 9 Semarang, Minggu 14 Oktober 2018. Ia menerima penghargaan dari Faber-Castell. Desain karakter buatannya telah memenangi lomba desain karakter bertajuk “Sport Mania” yang digelar hari itu.

“Nggak begitu nyangka hasilnya bagus. Soalnya tanganku baru saja sakit. Ngerjain gambar masih nyut-nyutan,” kata gadis kelahiran 15 Agustus 2001 itu.

Karya Ruma berjudul “Beat the Wounds Up” dimumumkan sebagai pemenang juara I untuk kategori pelajar SMA. Ia sempat minder karena dalam lomba itu ia bertemu teman yang juga saingannya ikut lomba sejak SD.

Dalam lomba itu, Ruma membuat karakter pemain tenis. Ia menggambar sesosok peri yang sedang ancang-ancang mengambil bola. Badannya penuh sama luka karena cedera. Namun wajahnya masih memancarkan semangat. “Sorot matanya saya bikin tetap semangat. Saya suka gambar bagian mata,” kata Ruma.

Ruma mengatakan, karya itu terinspirasi ayahnya yang telah tiadasejak ia kelas 6 SD. Ia banyak belajar dari ayahnya, termasuk belajar menggambar. “Harapannya bisa masuk universitas yang ada jurusan DKV-nya,” kata siswi kelas XII SMA Negeri 9 itu.

Guru seni rupa SMA Negeri 9 Semarang, Andewi Hastu merasa bangga anak didiknya memenangkan lomba itu. Dia mengatakan, pembinaan seni rupa di sekolahnya dilakukan melalui ekstrakurikuler setiap Rabu.

“Harapan saya Ruma harus terus meningkatkan kualitasnya. Jam terbangnya ditinggikan lagi. Untuk siswa lainnya juga,” katanya.

Koordinator Promosi Faber-Castell Semarang, Dewi Anggraeni mengatakan, lomba menggambar desain karakter diikuti sekitar 320 peserta. Mereka terbagi menjadi dua kategori, yaitu SMP dan SMA.

“Biasanya SMA dan umum. Baru kali ini SMP sendiri SMA sendiri,” kata Dewi.

Dewi melihat karya-karya yang bagus justru muncul di kategori SMP. Ini lebih unggul dari karya peserta kategori SMA. “Penekanan teknik water colournya kurang, jadinya tergeser. Total nilai bagus SMP. Di atas rata-rata,” katanya.

Dewi menyebutkan para pemenang loba menggambar desain karakter 2018 di Kota Semarang. Pemenang untuk kategori SMA: juara 1 Sombita Ruma Esthya Hayyu dengan judul “Beat the Wounds Up”, juara 2 Erika Vebiana dengan judul “Tenis” dan juara 3 Rajendra Azka Y dengan judul “Nestsui Putta/ Pemain Voly”. Juara harapan 1 Rachel Septiana Putri R. dengan judul “Eagle Power” dan juara harapan 2 FF Rizqiawan dengan judul “Rexer, kelinci sepedan gunung yang lincah”.

Sementara pemenang kategori pelajar SMP: juara 1 Nathania Zuliyanti S. dengan judul “Chicken flash menyemangati atlet yang mengikuti olimpiade”, juara 2 Imanuel J. dengan judul “Tiger” dan juara 3 Rachel Naja dengan judul “Srigala merebut bola basket”. Juara harapan 1 Devi Nur Avitasari dengan judul “devan adalah pemain basket yang sangat handal” dan juara harapan 2 Y tangguh Seno Saputra dengan judul “Garuda Indonesia Muda.

Dewi menambahkan, karya yang menang akan dikirim ke Jakarta. Jika ada event pameran karya-karya itu akan dipamerkan. Jika ada yang laku, hasilnya akan diberikan kepada peserta.

Guru seni rupa SMP Negeri 17 Semarang, Suratno yang didapuk sebagai juri dalam lomba itu mengatakan, karya pemenang diuntunkan faktor ekspresi dan goresan yang tegas. Karakternya juga mengena.

“Yang menarik itu karena komposisi penempatan tubuhnya bagus. Anglenya dari bawah. Itu bagus,” kata salah satu pendiri Gold Pencil itu.

Brand Manager PT Faber-Castell International Indonesia, Fransiska Remila mengatakan alasan mengusung tema “Sport Mania”. Menurutnya, Faber-Castell turut terpanggil untuk mengabadikan semangat berolahraga dalam bentuk karakter yang menginspirasi.

Target pesertanya adalah para pelajar SMP dan SMA. Kegiatan itu diharapkan menjadi medium bagi generasi muda Indonesia untuk mengekspreasikan semangat berolahraga dalam sebuah karya gambar.

“Berolahraga, kini sedang menjadi tren tersendiri di kalangan muda, tentunya akan menarik jika bisa mengangkat sisi lain dari olahraga, melalui gambar karakter yang menginspirasi,” kata Siska.

Ia mengatakan, lomba mengambar karektaer dilakasanakan secara serentak di 10 kota besar. Lomba dibuka di Bandung 29 September 2018 di Universitas Telkom, dan berlangsung November 2018.

Ia mengatakan, kegiatan lomba tersebut mendapat dukungan dari produsen sepatu Eagle yang menyediakan hadiah menarik. Ada hadiah uang tunai puluhan juta, beasiswa dan produk dari sponsor bagi para pemenang.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here