BERBAGI
Penutupan pelatihan Japro oleh Kemnaker, di Balai Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kudus, Selasa, 30 Oktober 2018. (Foto: dokumentasi/Serat.Id)

Serat.id- Petani dua desa di Kudus yakni Desa Purworejo dan Glagah Kulon, Kecamatan Dawe mengikuti pelatihan pengolahan tepung mocaf dan olahanan pangan sejak Agustus sampai Oktober 2018.

Program pelatihan itu bernama Jamaah Produksi (Japro) resmi ditutup pada Selasa, 30 Oktober 2018 di Balai Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe, Kudus.

Program Japro atau koperasi produktif dengan fasilitas program dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) RI adalah kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan produktif yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan.

“Untuk menghadapi persaingan usaha, kita perlu menguatkan produktifitas masyarakat dengan meningkatkan keterampilan. Japro adalah salah satu kegiatan untuk peningkatan itu,” kata Haris Fadhillah, pejabat dari Balai Besar Peningkatan Produktiftas (BBPP) Kemenaker RI, dalam sambutannya di hadapan 50 peserta, sebagaimana rilis yang diterima Serat.Id.

Kelompok tani Akar Tani Makmur (ATM) yang berbasis di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kudus dan Sekolah Inklusif Semai Jepara, ditunjuk oleh Serikat Paguyuban Petani Qoryah Thoyyibah (SPPQT), yang berbasis di Salatiga, sebagai pengelola program pelatihan tersebut.

Dua desa yang jadi basis pelatihan adalah Desa Purworejo dan Glagah Kulon, Kecamatan Dawe. Bidang pengembangan yang didalami dalam pelatihan itu adalah pengembangan mocaf (modified cassava flour) atau tepung modifikasi dari bahan ketela, dan olahan penganan dari tanaman jamur. Khusus pelatihan mocaf, beberapa peserta berasal dari Jepara.

Hadir dalam pentupan itu selain Haris Fadhillah juga pembina Akar Tani Makmur Hasan Aoni, pembina Sekolah Semai Hindun Anisah, kepala Desa Glagah Kulon Sukarwi, pengurus SPPQT Toni dan pendamping lokal Desa (PLD) Aris Sutopo. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here