BERBAGI
Ilustrasi anak sekolah. (Foto: pixabay.com)

Serat.id- Penting bagi Indonesia menyiapkan generasi muda yang terampil untuk menghadapi revolusi industri keempat. Terutama lulusan sekolah menengah, agar mampu memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif dan sangat bervariasi sesuai dengan perkembangan zaman yang dinamis.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dalam forum Pertemuan Menteri-menteri Pendidikan ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations Education Ministers Meeting (ASED), di Nay Pyi Taw, Myanmar, Rabu, 31 September 2018, dalam keterangan tertulis kepada Serat.id

“Indonesia dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan struktur populasi yang relatif muda, berusaha untuk mendapatkan manfaat dengan meningkatkan kualitas tenaga kerja yang terampil melalui pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini strategi Indonesia dalam menyiapkan tenaga terampil lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) beralih pada kebutuhan industri. Dengan demikian, kata Muhadjir, penyusunan kurikulum dan peran serta industri sebagai calon pengguna, semakin ditingkatkan. Hal ini berlaku baik di tingkat nasional, regional dan internasional.

“Karena itu kurikulum 60 persen ditentukan dunia usaha. Kemudian proses belajar mengajar juga lebih banyak pada praktik di dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.

Muhadjir mengatakan sistem pendidikan yang kini diterapkan di Indonesia telah sesuai dengan ASEAN Work Plan on Education 2016-2020, termasuk pendidikan vokasi tercakup di dalamnya.

Menurutnya negara Myanmar dan Thailand tertarik untuk meningkatkan kerja sama pendidikan dengan Indonesia. “Sebab mereka menilai, apa yang dilakukan Indonesia dapat pula diadopsi dan diterapkan di negaranya,” dia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here