BERBAGI
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Tri Agus Heru (baju putih), menunjukkan barang bukti sabu-sabu kala rilis kasus di kantor setempat, Jalan Madukoro, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (24/5/2018). (Foto kontributor Serat.id)

Serat.id- Terdakwa perempuan kasus karir sabu-sabu asal Thailand, Wilaiwan Boonyiam (22) menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Semarang, yang berbuntut tertunda lantaran belum siapnya majelis hakim membacakan putusan.

“Kita butuh waktu lagi untuk memutuskan perkara ini, kami mohon maaf sebelumnya,” ujar Ketua Majelis Hakim, Aloysius Prihanoto Bayu di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis, 8 November 2018.

Tertunda sidang putusan Wilaiwan juga dikarenakan terkendalanya penerjemah untuk terdakwa WNA asal Thailand yang juga tidak dapat berbahasa Inggris atau Indonesia. Rencananya sidang putusan akan lanjutkan pada tanggal 12 November 2018 mendatang.

“Hakim akan melanjutkan sidang pada tanggal 12 November mendatang dan akan menunggu penerjemah untuk terdakwa,” jelas Bayu.

Sebelum menutup sidang, hakim sempat menanyakan kepada jaksa terkait dengan penerjemah untuk terdakwa. Penerjemah yang selama ini mendampingi terdakwa, Ilyas, harus pulang hari minggu besok. Wilaiwan Boonyiam telah dituntut oleh Jaksa Sateno dengan pidana kurungan 19 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 Miliar subsidair 6 bulan penjara.

“Karena tidak adanya penerjemah pengganti sidang kita tunda, terdakwa sebelumnya dituntut oleh Jaksa dengan pidana kurungan 19 tahun penjara dan denda,” kata Bayu.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya Wilaiwan Boonyiam yang berprofesi sebagai penyanyi kafe di Thailand, tertangkap membawa sabu-sabu seberat 1,15 kilogram di Bandara Ahmad Yani Semarang pada 1 Juli 2018. Ia datang ke Semarang untuk keperluan bisnis dan dijanjikan akan mendapat upah membawa sabu-sabu itu sebesar 1.500 USD atau senilai Rp 21 juta. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here