BERBAGI
Ilustrasi kekerasan (foto pixabay.com)

Serat.id- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Ternate mengecam tindakan kekerasan massa salah satu calon Gubernur Maluku terhadap Hisbullah, 25 tahun, jurnalis Malut Post yang juga Grup Indonesia News Network (INN).

Ketua AJI Ternate, Mahmud Ici mengatakan, kekerasan itu mengancam kebebasan pers. Ia mendesak pihak kepolisian memproses kasus pidana ini secara tuntas sesuai peraturan yang berlaku.

“Meminta polisi memproses tuntas melalui tindakan hukum kasus ini agar ke depan menjadi pembelajaran bagi masyarakat,” kata Ici dalam rilis kepada Serat.id, Selasa (13/11/2018).

Ia menambahkan, menghalangi aktivitas jurnalistik dapat dijerat pidana sesuai pasal 18 UU Pers 40/1999 dengan ancaman penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

Kronologi kekerasan tersebut sebagai berikut. Pada Senin (12/11/2018) sekira pukul 14.00 WIT, Hisbullah, yang juga fotografer Malut Post, mengambil foto aksi massa di Jalan Dacomib Kantor KPU Provinsi Maluku Utara, Kelurahan Kota Baru, Ternate.

Peserta aksi yang melihat Hisbullah akan mengabadikan fotonya saat aksi bakar ban dan orasi oleh massa, langsung dihampiri salah satu peserta aksi dan bertanya dia wartawan Malut Post atau bukan.

Peserta aksi yang belakangan diketahui bernama Nurbaya, 48 tahun, bertanya kepada Hisbullah apakah dia wartawan Malut Post. Mendapat pertanyaan seperti itu, dia langsung mengaku wartawan Malut Post.

Mendapat jawaban seperti itu, Nurbaya yang sedang memegang sebilah bambu tiba-tiba membabi buta memukul Hisbullah. Mendapat serangan tiba-tiba Hisbullah sempat berbalik badan dan batang bambu itu menghantam belakang bagian bawah.

Karena kuatir dianiaya lagi dia lalu menjauh dari massa. Meski begitu ada beberapa anggota aksi masih mengejarnya. Dia kemudian diselamatkan dua rekannya Hasby Konoras dan Zulkifly Ahmad selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Ternate untuk divisum sekitar pukul 14.20.

Akibat pukulan itu Hisbullah mengalami memar. Setelah divisum, Hisbullah bersama beberapa jurnalis dan jajaran redaksi Malut Post sekitar pukul 14.30 WIT melapor ke Polres Ternate. Laporan ini diterima oleh Kanit SPKT Sif C Polres Ternate, Ipda Zulkifli Bitji.

“Kami mengimbau semua media melindungi jurnalisnya yang korban kekerasan, intimidasi dan persekusi. Kami juga mendesak komponen masyarakat menghentikan kekerasan dan aksi premanisme,” kata Mahmud. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here