BERBAGI
Pengukuhan Profesor Tutuk Djoko Kusworo, sebagai Guru Besar bidang Teknik Kimia pada Rabu (21/11/2018). dok. Undip

Tutuk telah menerbitkan karya ilmiah mengenai inovasi pengembangan material membran untuk  mendukung penyediaan energi dan air bersih.

Serad.id – Universitas Diponegoro Semarang, mengukuhkan Profesor  Tutuk Djoko Kusworo sebagai Guru Besar bidang Teknik Kimia pada Rabu, 21 November 2018.  Tutuk telah menerbitkan karya ilmiah mengenai inovasi pengembangan material membran untuk  mendukung penyediaan energi dan air bersih.

Dalam orasinya, Tutuk mengungkapkan  ancaman krisis air akibat penggunaan energi berbahan fosil masih mencapai 57 persen, sementara pemanfaatan energi terbarukan masih berkisar 5 persen.

“Jika pola konsumsi energi ini masih terus berlanjut, maka Indonesia bakal dibayangi krisis energi,” kata Tutuk saat menyampaikan orasi ilmiah di hadapan akademisi Undip.

Ia menjelaskan isu penyediaan air bersih juga menjadi permasalahan krusial bagi bangsa ini. Karena jumlah air di permukaan bumi tetap, tetapi ketersediaan air yang berkualitas terus menyusut.

“Sementara kebutuhan air bersih terus meningkat seiring dengan kian bertambahnya populasi penduduk di Indonesia,” ujar Tutuk menambahkan.

Pria kelahiran Semarang, 21 Juni 45 tahun silam itu memberikan solusi bagi permasalahan energi di Indonesia dengan pengembangan energi terbarukan berbasis biomasa. Menurut dia, potensi energi biomasa di Indonesia mencapai sekitar 32.654 Mega Watt (MW). Sedangkan kapasitas yang terpasang baru sekitar 1.716 MW atau 5,2 persen.

Sedangkan, air laut, air payau, air terproduksi serta air limbah di muka bumi pada dasarnya merupakan alternatif sumber air bersih apabila sistem pengolahannya dilakukan dengan baik. Namun permasalahan utama pengolahan air dengan membran adalah terjadinya fouling atau mengotori  pada membran sehingga produktivitas air bisa menjadi menurun.

“Untuk mengatasi hal ini ia telah melakukan studi pengembangan material membran nano hybrid,” katanya.

Rektor Undip, Profesor Yos Johan Utama, mengatakan pengukuhan  Profesor  Tutuk Djoko Kusworo merupakan sebuah kebanggan bagi Undip. “Ini menjadi langkah besar Undip untuk bisa menghadirkan universitas yang bermutu, melalui pengajar dosen yang berkualitas,” kata Johan.

Ia mengakui pencapaian guru besar di Undip sedang dipacu, tercatat pada tahun 2017 kemarin terdapat 16  guru besar yang dikukuhkan, tahun ini 7 gubes dan tahun 2019 20 orang guru besar baru di Undip.

“Guru besar merupakan jabatan tertinggi di bidang akademis tetapi mahkota terbesar adalah bagaimana cara menyalurkan inovasinya untuk kemaslahatan umat manusia,” kata Johan menjelaskan. (*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here