BERBAGI
Peserta YCC berfoto bersama di Dusun Candi Promasan, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kendal. (Foto: dokumentasi Walhi Jateng)

Serat.id- Selama tiga hari, Jumat-Minggu, 23-25 November 2018 di Villa Greendland, Gonoharjo, Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, sebanyak 40 pemuda-pemudi menjalani pelatihan terpusat dengan riang gembira.

Di dalam acara Youth Climate Camp (YCC) yang digelar organisasi peduli lingkungan, Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Jawa Tengah, peserta yang memiliki latar pendidikan mahasiswa di berbagai kampus di Jawa Tengah, mengikuti pelatihan di alam bebas. Mereka tidur di dalam tenda dan mengikuti pelatihan di dalam aula.

Di akhir acara, mereka mengunjungi mikrohidro di Dusun Candi Promasan, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Ketua Panitia YCC, Abdul Ghofar mengatakan, konsep YCC melebur bersama dengan alam untuk merasakan adanya perubahan iklim di sekitar mereka seperti pemanasan global
dan perlunya energi baru terbaharukan dan energi bersih.

“Di tengah pemanasan global yang terus terjadi, bumi ini tak bisa hanya ditempati saja. Ia harus dijaga dengan tak mengeksploitasinya. Kami mendorong anak-anak muda mengetahui dampak perubahan iklim dan membuat mereka sadar pentingnya energi bersih,” kata Ghofar.

Pada akhir sesi, peserta mendapat hiburan dari band indie peduli lingkungan dari Salatiga (Sound Rebel) yang menghadirkan atmosmir lingkungan dengan cerita. Diselingi penampilan teatrikal, pembacaan puisi dan lagu-lagu dari peserta.

Pada kunjungan lapangan, peserta menggunakan tiga kendaraan menuju Dusun Candi Promasan, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kendal yang berada di Gunung Ungaran yang belum teraliri listrik sejak puluhan tahun. Mereka memperoleh kisah sukses dari inisiatif masyarakat setempat yang membangun mikrohidro sebagai penghasil energi listrik yang bersih dan terbaharukan.

“Kami tunjukkan ke peserta, potensi air melimpah bisa menciptakan listrik. Tak melulu dari bahan bakar fosil yang senyatanya merusak lingkungan dan memicu pemanasan
global,” ujar Ghofar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here