BERBAGI
Karikatur NH Dini
“Selamat Jalan Pemetik Kenangan” karya A. Arif

Serat.id-Kepergian novelis legendaris, Nurhayati Sri Hardini atau NH Dini pada Selasa 4 Desember 2018 meninggalkan banyak cerita. Sebelum mengembuskan nafas terakhirnya, NH Dini menghabiskan masa senjanya di Wisma Lansia Harapan Asri, Banyumanik Semarang.

NH Dini masih produktif menulis dan menghasilkan karya sastra. Novel terakhirnya berjudul ‘Gunung Ungaran : Lerep di Lerengnya, Banyumanik di Kakinya’ yang diluncurkan pada Maret 2018 lalu. Novel itu merupakan renungan sang NH Dini selama empat tahun terrakhir tinggal di wisma itu.

“Sebelumnya, beliau tinggal bertahun- tahun di Wisma Langen Werdasih,” kata Pimpinan Wisma Lansia Harapan Asri, Bruder Heri Suparno, Rabu, 5 Desember 2018.

Novel terakhir NH Dini seolah menjadi pesan tersendiri. Ada segudang kenangan dari NH Dini yang dituangkan dalam novel tersebut.

“Wong urip iku mung mampir ngombe (manusia hidup itu ibarat singgah untuk minum). Semua di dunia ini tidak ada yang abadi. Dengan bertambahya usia, berpikir praktis yang didasari kegunaan sesuatu barang lebih menguasai kepalaku daripada kehendak memiliki,” tulis NH Dini dalam novel setebal 408 halaman itu.

Selain menulis, NH Dini juga senang berkebun. Di samping kamar NH Dini terdapat taman bunga dengan luas 4×5 meter. Ia selalu menghabiskan waktu di sana untuk menikmati suasana.

“Biasanya beliau senang melihat burung-burung kecil minum di kolam kecil yang ada taman,” terang Bruder Heri.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here