BERBAGI

Serat.id– Badan Pengawas Pemilihan Umum  (Bawaslu) Jawa Tengah telah menertibkan 27.981alat peraga kampanye (APK) di Jawa Tengah.  Penertiban alat peraga yang dipasang selama 75hari pelaksanaan kampanye itu dilakukan karena telah  melanggar aturan dan ketentuan.

Ilustrasi alat peraga kampanye pemilu (istimewa)  

“Pelanggaran aturan itu terdiri dari APK dipasang di tempat yang dilarang, terpasang dibranding mobil kendaraan umum, serta APK yang mengandung materi yang dilarang,” kata Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Jawa Tengah, Rofiuddin, Minggu 9 Desember 2018.

Rofiuddin menyebutkan masa kampanye Pemilu 2019 sudah dimulai sejak 23 September 2018 hingga tanggal 6 Desember 2018. Sedangkan penertiban APK yang melanggar aturan tidak dilakukan jajaran Badan Pengawas Pemilu di Jawa Tengah sendiri, namun melibatkan beberapa instansi lain seperti Satpol PP, KPU kabupaten dan kota, dan dinas perhubungan.

“Jenis APK yang ditertibkan terdiri dari berbagai jenis, seperti spanduk, poster, stiker, baliho, dan lain-lain,” kata Rofiuddin menambahkan.

Menurut dia pasal 34 PKPU tentang Kampanye mengamanatkan beberapa ketentuan pemasangan alat peraga kampanye meliputi lokasi pemasangan dilarang berada di tempat ibadah, termasuk halaman rumah sakit atau tempat pelayanan kesehatan,  gedung milik pemerintah  dan lembaga pendidikan.

Pasal 298 ayat (2) UU 7/2017 tentang Pemilu juga menyebutkan pemasangan alat peraga Kampanye Pemilu oleh pelaksana Kampanye Pemilu dilaksanakan dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota atau kawasan setempat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Adapun pemasangan alat peraga Kampanye Pemilu pada tempat yang menjadi milik perseorangan atau badan swasta harus dengan izin pemilik tempat tersebut,” katanya .

Divisi Pengawasan, Bawaslu Jawa Tengah, Anik Sholihatu menyatakan pemasangan APK di tempat umum juga harus berdasarkan pada peraturan daerah di kabupaten dan kota masing-masing.

“Masing-masing pemerintah kabupaten dan kota sudah menetapkan mana saja zona yang bisa dipasangi alat peraga kampanye dan mana saja zona yang tak diperbolehkan dipasangi,” kata Anik.

Anik menyatakan Bawaslu Jawa Tengah mendesak kepada peserta Pemilu agar mentaati aturan pemasangan alat peraga kampanye dengan cara tidak sembarangan memasang alat peraga kampanye di tempat-tempat yang dilarang.

“Selain melanggar aturan, pemasangan keliru juga akan mengganggu keindahan berbagai sudut tata ruang wilayah,” kata Anik menjelaskan. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here