BERBAGI
Ilustrasi jurnalis, pixabay.com  

AJI Jakarta menyayangkan kekerasan masih terjadi meski profesi jurnalis dilindungi undang-undang.

Serat.id – Intimidasi dan kekerasan dialami dua pekerja media masing-masing  Jurnalis Transmedia dan Kumparan.com oleh massa yang menyerang kantor Polsek, Jakarta Timur, Selasa, 11 Desember 2018malam, dikecam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta.  Organisasi profesi itu menyayangkan kekerasan masih terjadi meski profesi jurnalis dilindungi undang-undang.

“Selain bisa dijerat dengan pasal pidana KUHP, pelaku intimidasi dankekerasan terhadap jurnalis bisa dijerat Pasal 18 UU Pers dengan hukuman pidana,” kata Ketua Divisi Advokasi AJI Jakarta, Erick Tanjung, Kamis 13, Desember 2018.

Erick menilai pelaku kekerasan melawan hukum dengan sengaja menghambatatau menghalang-halangi kemerdekaan pers dan kerja-kerja jurnalistik. “Ancamannya hukuman dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta,” kata Erick menambahkan.

Ia mendorong  mendorong jurnalis yang menjadi korban dan perusahaan pers melaporkan tindakan kekerasan ini ke kepolisian. Selain itu, AJI Jakarta juga mendesak Kepolisian untuk mengusut tuntas kekerasan terhadap wartawan tersebut.

Hal ini dilakukan agar kasus serupa tak terulang di masa depan apa lagi kekerasan terhadap jurnalis berulang karena pelaku dalam kasus sebelumnya tidak diadili.

“Kami mendesak aparat Kepolisian untuk mengusut kasus kekerasanterhadap jurnalis ini hingga tuntas tanpa pandang bulu,” kata Erick menegaskan.

AJI Jakarta juga mendorong pemimpin redaksi memperhatikan keselamatan dan keamanan jurnalisnya yang meliput konflik dan mengancam kerja-kerja jurnalistik. Perusahaan media harus bertanggungjawab terhadap keselamatan dan keamanan jurnalisnya yang sedang bertugas.

Aksi penyerangan dan pembakaran kantor Mapolsek Ciracas itu adalah buntut dari pengeroyokan terhadap seorang aparat TNI Angkatan Laut oleh tukang parkir di kawasan Cibubur, Senin (‪10/12/218) yang tengah ditangani Polsek Ciracas.

Usai pengeroyokan itu sekelompok orang mendatangi Mapolsek Ciracas diduga guna memastikan warga yang terlibat pengeroyokan tersebut menjalani penahanan atau tidak. Namun mendadak, sekelompok massa tersebut merusak markas Mapolsek Ciracas dan sejumlah kendaraan operasional kepolisian. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here