BERBAGI
Ilustrasi jalan wisata, pixabay.com  

Jalur wisata diharapkan mampu mensinkronkan perencanaan tingkat kabupaten dan provinsi, terutama akses jalur transportasi yang masih belum bagus. 

Serat.id– Pemerintah Jawa Tengahdiminta  perhatikan terhadap jalur wisataBorobudur – Dieng. Tercatat akses jalur tersebut tak hanya untuk kepentingan sektor wisata namun juga hasil pertanian para petani.

“Kami melihat ada potensi besar, utamanya tentang pengembangan jalur ekowisata Dieng,” ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Tengah, M Hendri Wicaksono, Senin (17/12/2018).

Ia menyebutkan perhatian terhadap akses jalur wisata di Jateng pernah diluncurkan era Gubernur Mardiyanto yang membangun akses Solo-Selo-Borobudur (SSB) dan ditindaklanjuti dengan tahun kunjungan wisata di era Bibit Waluyo.

“Di era Ganjar Pranowo harus mulai dikuatkan dengan jalur wisata Borobudur – Dieng,” kata Hendri menjelaskan .

Selain jalur itu, ia juga menyarankan agar segera dikembangkan  jalur wisata Dieng-Semarang – Jepara. Baik melalui jalur Dieng via Temanggung Utara sampai Gedong Songo maupun jalur Dieng -Temanggung Utara -Kendal.

Apa lagi di wilayah di Temanggung sedang dikembangkan kawasan tiga kecamatan meliputi Bejen Tretep, dan Wonoboyo atau dikenal dengan sebutan “bytheway”.

Usulan perhatian jalur wisata diharapkan mampu mensinkronkan perencanaan tingkat kabupaten dan provinsi, terutama akses jalur transportasi yang masih belum bagus. 

“Kami lihat di titik daerah Tambi Wonosobo dan titik Tlogopucang Kandangan ke arah Suwomono kabupaten Semarang perlu mendapat perhatian,” katanya.

Dengan pengembangan jalur utara Wonosobo dan Temanggung, tidak hanya jalur wisata yang berkembang. Namun jalur distribusi produksi pertanian dansayuran makin berkembang pesat. Selain itu sektor wisata maupun pertanian yang berkembang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here