BERBAGI

Serat.id –  Rektor Universitas Negeri Semarang akhirnya mencabut SK. Rektor Unnes Nomor 304/P/2018,  tentang pemberian sanksi akademik bagi mahasiswa bernama Julio Belnanda Harianja. Disamping pencabutan SK, Rektor Unnes juga sepakat mediasi dengan Julio Belnanda Harianja yang difasilitasi oleh Komisi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KOMNAS HAM RI) pada tanggal 12 Desember 2018.

Ilustrasi skorsing Julio/Serat.id

“Kampus juga bersedia menjamin penyelenggaran kehidupan demokrasi dan kebebasan akademik,” kata
Salah satu anggota Tim Advokasi untuk Demokratisasi Kampus, yang mendampingi kasus pemecatan Julio, Herdin Pardjoangan, dalam siaran persnya, Rabu, 19 Desember 2018.

Julio adalah salah satu Mahasiswa Unnes yang cukup keras menyuarakan kritik terhadap kebijakan UKT di Unnes yang dirasa memberatkan para mahasiswa. Diduga karena kritik-kritiknya tersebut, Julio dikenakan sanksi akademik berupa skorsing selama dua  semester.

Julio juga dituding telah  memicu dan menghasut yang menimbulkan terjadinya keonaran di kampus Unnes melalui unggahan pada media sosialnya.

Penerbitan SK. Skorsing tersebut, kemudian dipandang cacat secara prosedur dan substansi  oleh Julio dan Tim Kuasa Hukumnya karena dinilai bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik, sehingga akhirnya persoalan ini didaftarkan pada pengadilan Tata Usaha Negara Semarang dengan Nomor Perkara 135/G/2018/PTUN.Smg.

“Keberadaan kesepakatan mediasi antara Julio Belnanda Harianja dan Rektor Unnes yang difasilitasi oleh KOMNAS HAM yang pada pokoknya telah mengakomodir tuntutan kawan-kawan mahasiswa Unnes,” kata Herdin menjelaskan.

Selain pencabutan SK. Skorsing yang menimpa Julio Benanda Harianja, kampus juga menjamin terselenggaranya kehidupan demokrasi di dunia kampus dalam konteks menyuarakan kritik terhadap kebijakan di lingkungan Unnes.

Hasil kesepakatan mediasi tersebut menjadi alas an Julio dan Tim Kuasa Hukum yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokratisasi Kampus  mencabut gugatan Rektor Unnes yang sebelumnya diajukan
dan sudah proses persidangan di PTUN Semarang. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here