BERBAGI
Ilustrasi, pixabay.com

Masyarakat tenang dan menyerahkan penyelidikan kepada pihak kepolisian.

Serat.id – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta masyarakat tidak terpengaruh terhadap isu SARA yang diduga melatari kejadian perusakan makam di beberapa lokasi di Magelang. Ganjar minta agar masyarakat tenang dan menyerahkan penyelidikan kepada pihak kepolisian.

“Laporkan polisi saja, biar dicek benar tidak, begitu benar segera proses,” kata Ganjar kepada wartawan di Kabupaten Semarang, Kamis 3 Januari 2019.

Ganjar bahkan enggan mengomentari soal kemungkinan adanya potensi kerusuhan akibat isu SARA yang mengikuti kejadian tersebut. “Tidak usah dikembangkan (ke arah sana),” katanya.

Sebelumnya di hadapan ribuan kyai yang menghadiri Haul KH Abdul Malik ke 31 di Ngawinan, Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Ganjar menekankan bahaya hoaks dan fitnah yang kini marak.

Fitnah yang banyak menyebar lewat media sosial ini, menurutnya, telah membahayakan kerukunan masyarakat, terutama dalam hal toleransi beragama.  Ganjar meminta peran pemimpin, baik tokoh masyarakat maupun ulama, untuk membimbing warganya. Paling utama adalah berfikir yang positif dalam menyikapi segala isu yang berkembang, termasuk SARA.

“Para pemimpin harus mengajak berfikir positif dan optimis, Dengan seperti itu, optimisme berbangsa akan terus tumbuh dilubuk masyarakat. Kita yakin, semoga negara kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini tetap ada sampai hari kiamat,” katanya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here