BERBAGI
Tenaga Ahli Pengaduan dan Penanganan Masalah Kemendes RI Wilayah Jateng Denny Septiviant berfoto bersama Menteri Desa Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Eko Putro Sandjojo. (Istimewa)

Salah satu manfaat dana desa yang bisa langsung dirasakan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur secara massif di desa-desa.

Serat.id – Pembangunan infrastruktur dari tingkat pusat hingga daerah dan pedesaan melalui penganggaran dana desa disebut menarik perhatian bank dunia. Hal itu disampaikan Menteri Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, Eko Putro Sandjojo, dalam video singkat yang diunggah di akun media sosial instagram Tenaga Ahli Pendamping Desa Wilayah Jateng @Denny_Septiviant.

Dalam unggahan video itu menteri menyebutkan dana desa yang dulu dianggap sulit dan tidak mungkin berhasil, justru saat ini mampu dibuktikan.

“Teman-teman pendamping desa mampu membuktikannya,”  kata menteri Eko dalam video berdurasi 1 menit 23 detik itu.

Menurut Eko, salah satu manfaat dana desa yang bisa langsung dirasakan masyarakat adalah pembangunan infrastruktur secara massif di desa-desa. Terbukti sebanyak 23 negara sedang belajar ke Indonesia untuk belajar pelaksanaan penggunaan dana desa.

Sedangkan keberhasilan pemanfaatan dana desa berdasar survei internal pemerintah mencapai 85 persen, menjadi daya tarik minat negara luar melihat langsung penerapannya di Indonesia.

“Bahkan bank dunia mencontoh Indonesia untuk role model pembiayaan bagi negara-negara berkembang,” kata Eko menjelaskan.

Eko meminta pemerintah daerah, kepala desa dan para pendamping desa agar anggaran dana desa tahun 2019 lebih banyak digunakan untuk pembangunan masyarakat. “Seperti pembangunan SDM, ekonomi lokal desa dan berbagai pelatihan. Termasuk agar warga desa melek teknologi digital,” katanya.

Tenaga Ahli Pengaduan dan Penanganan Masalah Kemendes Wilayah Jateng, Denny Septiviant, saat dikonfirmasi atas video yang diunggah menuturkan  Menteri desa tertinggal ingin tahun depan ada penguatan lebih pengembangan pemberdayaan bagi masyarakat di Jateng melalui dana desa.

” Nah, tadi pesan beliau 2019 itu kita lebih mendorong peningkatan sumberdaya desa kemudian pembangunan Bumdes, dan administrasi termasuk digitalisasi,”  kata Denny  menjelaskan.

Menurut Denny, dua isu besar dari dana desa, infrastruktur lebih banyak ketimbang pemberdayaan masyarakat begitu pula di Jateng.  Apa lagi saat ini sedang memulai gerakan kampanye pentingnya desa melek digital.

Ia yakin setelah infrastruktur selesai digalakkan digital akan jadi jembatan pembangunan ekonomi. “Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dana desa harus diperkuat tentunya,”  kata Denny menegaskan.

Tercatat tahun 2019 ini sedang mempersiapkan Kabupaten Grobogan dan Blora sebagai pilot projek digitalisasi desa yang punya manfaat secara ekonomi bagi masyarakat desa.

“Kami buat pelatihan gratis ke desa-desa. Misal kita ajari bagaimana jualan barang lewat website. Branding digital memaksimalkan akun media sosial dan melihat produk lokal desa masing-masing,” katanya.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here